Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sediakan Pengisian Baterai 5 Menit, Utomo Charge+ Dukung Teknologi Mobil BYD

📅 Jumat, 16 Okt 2026, 17:50 WIB | Oleh:

“Selama ini, salah satu tantangan terbesar dalam adopsi kendaraan listrik adalah persepsi masyarakat mengenai lamanya waktu pengisian daya. Kehadiran teknologi Flash Charging menunjukkan bahwa industri kendaraan listrik terus berkembang untuk menjawab tantangan tersebut,” ujar Anthony.

Menurutnya, ketika waktu pengisian semakin mendekati pengalaman pengisian bahan bakar konvensional, salah satu hambatan psikologis masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik berpotensi berkurang.

Namun, Anthony mengingatkan bahwa perkembangan teknologi kendaraan perlu diimbangi dengan kesiapan infrastruktur energi nasional. Pembangunan fasilitas pengisian berdaya sangat tinggi membutuhkan perencanaan yang lebih menyeluruh, mulai dari kapasitas jaringan listrik hingga model investasi yang berkelanjutan.

“Teknologi pengisian berdaya sangat tinggi membutuhkan pendekatan baru dalam pembangunan SPKLU, mulai dari kesiapan jaringan listrik, sistem manajemen energi, penyimpanan energi, hingga model investasi yang berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi antara produsen kendaraan, operator SPKLU, penyedia teknologi, PLN, pemerintah, dan investor menjadi semakin penting,” katanya.

Anthony menambahkan, SPKLU perlu dipandang sebagai bagian dari infrastruktur energi strategis nasional, bukan semata-mata fasilitas pendukung kendaraan listrik.

Menurutnya, pengembangan infrastruktur harus mempertimbangkan kesesuaian teknologi, lokasi, kebutuhan pengguna, dan kelayakan ekonomi agar investasi yang dilakukan dapat berkelanjutan.

“Yang harus kita dorong adalah ekosistem yang memberikan kenyamanan bagi pengguna sekaligus menciptakan kelayakan ekonomi bagi investor dan operator,” ujar Anthony.

Ia juga mendorong pengembangan regulasi yang adaptif terhadap inovasi, memberikan kepastian bagi investor, dan mendukung pembangunan fasilitas pengisian berkapasitas tinggi.

Membuka Peluang Investasi Infrastruktur Kendaraan Listrik

Pengembangan teknologi pengisian daya ultra cepat diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan terhadap lokasi strategis dengan kapasitas kelistrikan memadai. Kondisi ini membuka peluang kemitraan antara operator SPKLU, pemilik lahan, pengelola properti, kawasan komersial, perusahaan transportasi, pengembang, dan investor infrastruktur.

Utomo Charge+ menyatakan pengembangan charging hub ke depan akan mempertimbangkan kebutuhan kendaraan listrik saat ini sekaligus potensi pertumbuhan permintaan dalam jangka panjang. Perencanaan tersebut mencakup kesiapan teknologi, fleksibilitas kapasitas, efisiensi investasi, dan keandalan operasional.

Mas Dwi mengatakan, pengembangan infrastruktur kendaraan listrik memerlukan kolaborasi jangka panjang dengan berbagai pihak, termasuk pemilik lahan dan pengelola properti yang memiliki lokasi potensial untuk fasilitas pengisian daya.

“Kami percaya bahwa pengembangan infrastruktur kendaraan listrik merupakan peluang kolaborasi jangka panjang. Utomo Charge+ membuka kesempatan bagi pemilik lahan, pengelola properti, dan mitra investasi untuk bersama-sama membangun jaringan pengisian daya yang berkelanjutan dan memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Nasional
DPR RI Akan Persiapkan Revi...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.