Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Studi Ungkap Target Emisi Nol Bersih Penting untuk Batasi Dampak Iklim Jangka Panjang

📅 Jumat, 16 Okt 2026, 19:00 WIB | Oleh:
Studi Ungkap Target Emisi Nol Bersih Penting untuk Batasi Dampak Iklim Jangka Panjang Doc: iStock

MELBOURNE — Pencapaian target emisi nol bersih lebih cepat dapat membatasi perubahan iklim jangka panjang di kawasan Pasifik tropis. Namun, sejumlah perubahan iklim di wilayah tersebut diperkirakan tetap bertahan selama berabad-abad akibat panas yang tersimpan jauh di dalam lautan.

Universitas Melbourne, Australia, menyatakan penelitian terbaru mengungkapkan, perubahan suhu Samudra Pasifik, pola angin, dan curah hujan dapat bertahan selama berabad-abad. Perubahan tersebut diperkirakan tetap berlangsung meskipun emisi karbon dioksida telah dihentikan, dilansir dari Xinhua, Jumat (16/10).

Studi itu mengkaji perubahan iklim di kawasan Pasifik tropis selama pemanasan global berlangsung hingga setelah emisi dihentikan. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Communications Earth & Environment tersebut dipimpin oleh Aditya Sengupta dari Universitas Melbourne.

Sengupta menjelaskan bahwa atmosfer dan permukaan laut dapat menyesuaikan diri dengan relatif cepat. Namun, laut dalam membutuhkan waktu jauh lebih lama karena dapat menyerap dan melepaskan panas selama ratusan hingga ribuan tahun.

Kondisi tersebut membuat lautan menyimpan jejak panjang emisi gas rumah kaca yang dilepaskan sebelumnya. Akibatnya, beberapa perubahan iklim di kawasan Pasifik tropis dapat bertahan selama berabad-abad dan sulit dipulihkan.

Temuan ini menegaskan pentingnya mencapai target emisi nol bersih secepat mungkin. Upaya tersebut diperlukan untuk membatasi penumpukan panas dalam sistem iklim dan mengurangi dampak perubahan iklim dalam jangka panjang.

Kawasan Pasifik tropis memiliki pengaruh besar terhadap pola cuaca global melalui fenomena El Nino–Osilasi Selatan (El Nino-Southern Oscillation/ENSO). Fenomena ini mencakup fase El Nino, La Nina, dan netral yang memengaruhi pola cuaca global.

Dampaknya meliputi perubahan curah hujan, kekeringan, banjir, dan gelombang panas. Selain itu, dampaknya juga meliputi kondisi yang dapat memicu kebakaran hutan dan semak di Australia maupun berbagai wilayah dunia.

Model yang digunakan dalam penelitian menunjukkan bahwa pemanasan menggeser kondisi rata-rata Pasifik tropis menjadi lebih menyerupai El Nino. Pergeseran tersebut melemahkan perbedaan suhu antara wilayah Pasifik bagian barat yang lebih hangat dan bagian timur yang lebih dingin. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.