Menko PM Gandeng Industri Tekan Angka Kemiskinan di Indonesia
📅 Jumat, 16 Okt 2026, 18:48 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengajak 23 kawasan industri berkolaborasi menanggulangi kemiskinan. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung target penurunan angka kemiskinan menjadi lima persen pada 2029.
“Kita ingin kawasan-kawasan industri ini berkolaborasi, bergotong-royong, memiliki standar yang bagus di dalam pemberdayaan. Target-target inilah yang akan diteruskan agar penanggulangan kemiskinan sukses di target lima persen di tahun 2029,” ujar dia rapat koodinasi dengan kawasan industri di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Jumat (16/10).
Menurut menko yang akrab disapa Cak Imin ini, penanganan kemiskinan membutuhkan langkah komprehensif dan sistematis. Pendekatan tersebut diharapkan membangun ekosistem pemberdayaan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Ia mengatakan, kolaborasi juga dapat diperluas untuk membantu masyarakat terdampak kebakaran hutan. Bentuk dukungan yang disiapkan antara lain pengiriman masker dan air bersih.
“Insyaallah akan ada kinerja dan kerja-kerja ke depannya komprehensif, sistematis, melahirkan ekosistem baru bagi pemberdayaan masyarakat kita. Kita juga bersama-sama akan bahu-membahu berpartisipasi dalam mengatasi kebakaran hutan salah satunya menggalang pengiriman masker dan air bersih,” kata dia.
Menurut Cak Imin, data sosial ekonomi dapat membantu mengidentifikasi kemiskinan di sekitar kawasan industri. Data tersebut menjadi dasar untuk menentukan bentuk pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Sejumlah kawasan industri juga telah mengembangkan lembaga pendidikan berupa SMK dan SMA berstandar internasional. Ia menilai model tersebut berpotensi diterapkan di lokasi strategis lainnya.
“Model-modelnya ada latihan, capacity building, kerja sama, kolaborasi dengan UMKM, bahkan ada yang sudah memiliki SMK-SMA dengan standar internasional. Nah SMA-SMK ini bisa kita duplikasi di berbagai lokasi-lokasi strategis,” kata dia.
Selain pendidikan dan pelatihan, kawasan industri didorong berkolaborasi dengan UMKM. Upaya ini diharapkan meningkatkan keterampilan masyarakat miskin agar lebih siap memasuki dunia kerja.
Cak Imin menekankan, kolaborasi kawasan industri tidak hanya menyasar pemberdayaan ekonomi. Dukungan sosial juga diperlukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dan mempercepat penurunan angka kemiskinan. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!