89 UMKM Terdampak Bencana di Pasaman Barat Diperkuat, Pemerintah Buka Akses Pasar.
📅 Jumat, 16 Okt 2026, 19:38 WIB | Oleh: Yebdi TrismarPemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memperkuat kapasitas dan akses pasar bagi 89 pelaku UMKM terdampak bencana melalui workshop perluasan dan peningkatan akses pasar terdampak bencana.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPKUKM) Pasaman Barat Agusli, mengatakan bahwa bencana alam yang melanda Pasaman Barat dan sejumlah kabupaten lain di Sumatera Barat telah berdampak terhadap aktivitas usaha masyarakat.
Kerusakan sarana dan prasarana usaha serta penurunan omzet menjadi tantangan yang harus dihadapi para pelaku UMKM untuk kembali bangkit.
“Bencana alam menyebabkan sarana dan prasarana usaha rusak. Tidak sedikit pelaku UKM yang mengalami penurunan omzet secara drastis akibat bencana,” ujarnya.
Ia mendorong para pelaku UMKM agar tetap bersemangat, segera memulihkan usaha, dan memanfaatkan berbagai peluang untuk mengembangkan bisnis.
Menurutnya kolaborasi pemerintah pusat dan daerah menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung pemulihan tersebut.
“Atas nama Pemkab Pasaman Barat, kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian UMKM RI atas kolaborasi dalam pembinaan dan penguatan kapasitas pelaku usaha di Pasaman Barat. Kami berharap kegiatan ini membantu UMKM bangkit dan mengembangkan usahanya kembali,” tambahnya.
Dia menjelaskan dari paparan nara sumber dari Kementerian UMKM Sepris Yonaldi mengingatkan pelaku UMKM untuk mengenali pasar dan menentukan target konsumen secara tepat, menghitung biaya produksi secara terperinci agar usaha menghasilkan keuntungan serta menyusun strategi bisnis yang berkelanjutan.
Selain strategi pengembangan usaha, peserta memperoleh pelatihan praktis mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan ChatGPT untuk membantu pembuatan iklan produk. Peserta juga dibekali pengetahuan tentang pemasaran melalui platform digital, seperti facebook, instagram, dan tiktok, guna meningkatkan daya tarik produk serta menjangkau konsumen yang lebih luas.
Diskusi interaktif mewarnai kegiatan tersebut. Para peserta aktif menyampaikan pengalaman, kendala, dan tantangan yang dihadapi dalam menjalankan usaha.
Berbagai persoalan itu kemudian dibahas bersama nara sumber untuk memperoleh masukan dan alternatif solusi yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan usaha masing-masing.
Asisten Deputi Ekosistem Bisnis Wirausaha Kementerian UMKM RI Ginda P. Siregar juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat berkomitmen mendampingi pelaku usaha kecil dan menengah agar mampu bangkit, berkembang, dan meningkatkan kapasitas usahanya setelah terdampak bencana.
Menurut dia, workshop tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam memberikan penguatan keterampilan dan kemampuan berusaha agar pelaku UMKM dapat kembali menjalankan usaha secara produktif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!