'In This Economy' Disuarakan Gen Z dan Milenial, Ternyata Ini Maksudnya!
Kamis, 15 Okt 2026, 06:09 WIB | Oleh: OpikWEF memproyeksikan sekitar 14 juta pekerjaan akan berkurang, 83 pekerjaan akan hilang, dan 69 juta pekerjaan baru akan muncul beberapa tahun ke depan.
Gen Z, yang tumbuh dalam dekapan digitalisasi yang begitu erat terutama sejak adanya pandemi Covid-19, dituntut untuk mampu memiliki keterampilan yang relevan agar bisa memanfaatkan transformasi teknologi ini dengan baik dan etis — tidak menghilangkan esensi “manusia” di dalamnya.
Guru Besar Universitas Indonesia Rhenald Kasali mengatakan, penting bagi negara untuk hadir dan meninjau kembali strategi yang tepat dalam menciptakan lapangan pekerjaan seiring dengan akselerasi teknologi digital.
Dalam dunia yang kini berjalan dan berubah dengan sangat dinamis, manusia di dalamnya dituntut untuk terus belajar (life-long learning). Terlebih, generasi muda saat ini juga lebih mencari pekerjaan yang bukan sekadar memberikan sumber nafkah, melainkan memiliki makna (purpose-driven), apresiasi, dan perlindungan setimpal.
Strategi
Di sisi lain, pemerintah memiliki sebuah program yang dikhususkan bagi anak muda, terutama mereka yang baru lulus dari perguruan tinggi, melalui program Magang Nasional yang diresmikan tahun ini.
Adapun program magang bergaji upah minimum kota/kabupaten (UMK) ini masuk dalam paket stimulus ekonomi 8+4+5 pemerintah, yang secara umum diharapkan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Media Wahyudi Askar menilai Magang Nasional harus bisa mempercepat transisi ke akses pekerjaan formal yang laik.
Ia mengatakan, idealnya program ini bisa membantu kelompok Gen Z yang saat ini mungkin juga terdampak signifikan karena situasi ekonomi melambat, uang jajan dari orang tua mungkin terus berkurang. Terlebih lagi ketidakpastian masa depan mereka karena ketiadaan lapangan kerja.
Namun, Wahyudi juga mengingatkan bahwa program ini harus dibarengi dengan strategi lintas sektor antara pemerintah dan dunia usaha, agar sifatnya tidak sementara dan benar-benar berdampak untuk mengurangi angka pengangguran muda.
Tahun 2025 bisa dibilang bukan tahun yang mudah bagi angkatan kerja muda. Ekspektasi yang begitu tinggi bersama dengan tantangan-tantangan yang menemani menjadi beban yang sangat berat jika harus mereka pikul sendiri.
Semua elemen harus hadir agar generasi muda mampu memiliki daya saing kuat, bisa bekerja dengan upah dan apresiasi yang layak, dan bisa hidup menikmati jerih payahnya, baik in this economy maupun masa depan yang menanti. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!