Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Bawa Isu Ratifikasi Pusat Koordinasi Kabut Asap di KTT ASEAN Manila

5 Kamis, 05 Nov 2026, 08:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Bawa Isu Ratifikasi Pusat Koordinasi Kabut Asap di KTT ASEAN Manila Indonesia Bawa Isu Ratifikasi Pusat Koordinasi Kabut Asap di KTT ASEAN Manila Doc: ANTARA
Ket. Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kemlu Ina Krisnamurthi saat berbicara dalam media gathering di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan Indonesia akan membawa isu ratifikasi pembentukan pusat koordinasi kabut asap atau ASEAN Coordinating Centre for Transboundary Haze Pollution Control (ACCTHPC) pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-49 ASEAN di Manila.

Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kemlu Ina Krisnamurthi dalam media gathering di Jakarta, Rabu (4/11), menjelaskan bahwa pusat koordinasi tersebut telah memiliki sekretariat di Jakarta, tetapi belum dapat beroperasi karena masih menunggu penyelesaian ratifikasi perjanjian.

“Iya (isu prioritas), karena center itu harus up and running. Kalau enggak, enggak ada gunanya kita membuat center yang kakinya buntung kan. Jadi kita harus segera mengimplementasikan apa yang kita idam-idamkan melalui center itu,” katanya.

Ina menjelaskan, pembentukan ACCTHPC tersebut dapat berlaku jika enam negara anggota ASEAN telah menyampaikan instrumen ratifikasi. Namun, hingga saat ini, baru Vietnam yang telah memenuhi ketentuan tersebut.

Menurutnya, pembentukan pusat koordinasi tersebut dapat menjadi game changer dari kesepakatan mengenai Pencemaran Asap Lintas Batas (ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution/AATHP) yang resmi berlaku pada 2003.

“Center ini akan menjadi game changer atau pembalik ya, penguat dari kesepakatan yang sudah ASEAN buat dari sejak 2003. Dan kemudian upaya yang Indonesia dorong yaitu sistem monitoring yang dibuat di tahun 2013. Sementara 2023 Indonesia lagi, kita terus-menerus mendorong,” ucapnya.

Mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir, Ina menegaskan bahwa prioritas yang diusung Indonesia dalam kerangka kerja sama ASEAN adalah united, capable, and resilient ASEAN. Pemerintah Indonesia meyakini bahwa ketangguhan nasional akan membentuk ketangguhan kawasan.

“Ketangguhan nasional, itu akan membetulkan ketangguhan kawasan sehingga bisa saling menguatkan. Dan pada saat yang sama apabila nasional dan regional kawasan itu kuat, maka kita Indonesia bersama ASEAN akan memberikan ketahanan bagi dunia. Jadi temanya adalah united, capable, and resilient ASEAN,” ucap dia,

Sebelumnya pada 27 Oktober, Menlu Arrmanatha dan Menlu Singapura, Vivian Balakrishnan telah menyepakati pembentukan Joint Task Force on Strengthening Business Responsibilities between Indonesia and Singapore (JTF).

Indonesia menilai JTF dapat menjadi wadah untuk memperkuat pertukaran informasi dan rasa saling percaya dengan Singapura dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menlu Arrmanatha menindaklanjuti pembentukan JTF tersebut dengan memimpin rapat koordinasi tingkat menteri untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan negara di kawasan dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan lintas batas pada 3 November.

Pertemuan yang dihadiri Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat dan perwakilan dari Kementerian Keuangan itu, secara khusus menindaklanjuti arahan Presiden terkait upaya penanganan praktik bisnis tidak bertanggung jawab yang berdampak pada karhutla di wilayah Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
BMKG: Jakarta Diperkirakan ...
Nasional
Perpusnas Ajukan Dua Naskah...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.