Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Prediksi El Nino akan Bertahan hingga Awal 2027

📅 Kamis, 15 Okt 2026, 16:55 WIB | Oleh:
BMKG Prediksi El Nino akan Bertahan hingga Awal 2027 Doc: RRI/Zahrotin Aljannah
Ket. Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachry Radjab

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino masih berlangsung hingga awal 2027. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat mengurangi curah hujan dan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachry Radjab, mengatakan El Nino masih aktif dengan indeks anomali suhu mencapai positif 3,7. Indeks tersebut menunjukkan fenomena El Nino berada pada kategori sangat kuat.

“Seperti telah kami sampaikan di awal tahun 2026, yaitu di bulan Maret bahwa musim kemarau kita tahun ini akan berbarengan dengan aktifnya fenomena El Nino. Sampai saat ini El Nino masih aktif, sehingga indeks anomali suhunya itu positif 3.7, artinya ini sangat kuat,” kata Fachry dalam konferensi pers bersama Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Rabu (14/10).

Fachry menjelaskan, peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik turut memengaruhi kondisi iklim di Indonesia. Dampaknya berupa berkurangnya curah hujan yang berpotensi memperburuk kondisi kekeringan di sejumlah wilayah.

Meski demikian, Fachry menegaskan El Nino tidak menghilangkan siklus musim hujan dan kemarau di Indonesia. Kedua musim tersebut tetap berlangsung, meskipun intensitas dan pola curah hujannya dapat dipengaruhi fenomena El Nino.

“Jadi musim kemarau ataupun musim hujan akan selalu terjadi di Indonesia. Tidak dipengaruhi ada atau tidak adanya El Nino,” kata Fachry.

BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia mulai mengalami curah hujan cukup tinggi pada Desember. Namun, pola musim hujan berbeda antardaerah, terutama di wilayah Indonesia bagian timur.

Di Maluku dan Papua, puncak musim hujan diperkirakan terjadi sekitar Mei. Sementara itu, sebagian besar wilayah Indonesia lainnya diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Desember hingga Februari.

BMKG juga mencatat sekitar 61,08 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami kemunduran awal musim hujan dibandingkan kondisi normal. Meski awal musim hujan mundur, puncaknya diperkirakan tetap berlangsung pada Desember, Januari, dan Februari.

“Satu hal yang perlu kami sampaikan juga bahwa awal musim hujan datangnya mundur, tapi puncaknya sama. Artinya puncak musim hujan akan tetap terjadi di Desember, Januari, Februari, namun perlu waspada ketika musim hujan langsung puncak,” ujar dia.

Menurut Fachry, perubahan pola musim tersebut perlu menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi basah. Bencana yang perlu diantisipasi meliputi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Tuntut Kenaikan Gaji, Puluh...
Luar Negeri
Remaja 19 Tahun AS Ditangka...
Advertisement
Penumpang LRT Sumsel Diimbau Kenakan Masker

Penumpang LRT Sumsel Diimbau Kenakan Masker

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.