Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

32 Ribu Anak Putus Sekolah, Bupati Malang Kucurkan Rp1,5 Triliun APBD Demi Pendidikan

📅 Kamis, 15 Okt 2026, 17:30 WIB | Oleh:
32 Ribu Anak Putus Sekolah, Bupati Malang Kucurkan Rp1,5 Triliun APBD Demi Pendidikan Doc: ANTARA/Ananto Pradana
Ket. Arsip Foto - Bupati Malang, Jawa Timur M Sanusi saat ditemui di UIN Maulana Malik Ibrahim, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (14/10).

MALANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Jawa Timur menegaskan perluasan akses pendidikan dilakukan dengan mengedepankan kebijakan pembiayaan berkeadilan.

Bupati Malang M Sanusi di Malang, Kamis, mengatakan, langkah itu menjadi bagian implementasi Pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945 yang menyebutkan pendidikan merupakan hak setiap warga negara.

"Pendidikan harus menjadi hak yang benar-benar dapat diakses oleh seluruh anak, bukan hanya mereka yang memiliki kemudahan ekonomi," kata Sanusi.

Sanusi menyampaikan, akses yang lebih luas akan memperkuat peningkatan kualitas pendidikan di wilayah setempat, sekaligus mengatasi permasalahan Anak Tidak Sekolah (ATS).

Pemkab Malang mengemukakan sampai saat ini jumlah ATS di wilayah setempat masih sebesar 32 ribu jiwa.

Pihaknya telah mengalokasikan dana untuk sektor pendidikan sebesar Rp1,5 triliun lebih atau sebesar 33 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 dan lebih tinggi dari ketentuan minimal belanja pendidikan sebesar 20 persen.

Kemudian, pada periode 2027 pihaknya akan mengintervensi sebanyak 14.565 anak yang tercatat sebagai ATS.

Untuk kualitas pendidikan, Pemkab Malang menyiapkan anggaran bantuan sosial dan hibah sebesar Rp18 miliar bagi guru swasta dan madrasah.

Dengan bantuan itu para guru swasta dan madrasah diharapkan mampu tetap mengoptimalkan peran memberikan layanan pendidikan terbaik kepada seluruh pelajar.

"Pemerataan akses dan keadilan pembiayaan harus menjadi perhatian bersama," ucap dia.

Selain itu, Pemkab Malang mengembangkan metode pembelajaran yang ditujukan menguatkan karakter peserta didik dan rasa cinta terhadap lingkungan, seperti lewat program membaca kitab suci agama masing-masing selama 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai dan budidaya sayuran serta perikanan di lingkungan sekolah.

Sanusi menambahkan, pihaknya terus memastikan terciptanya ruang belajar yang aman, ramah, dan berwawasan bagi anak.

Melalui pendekatan tersebut, sekolah diharapkan menjadi tempat yang tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun karakter, kreativitas, kemandirian, dan kepedulian sosial peserta didik.

Sedangkan bagi perguruan tinggi, Sanusi mendorong agar melahirkan lulusan yang tak hanya unggul di bidang akademik tetapi menjadi sosok yang memiliki kesiapan mengelola sumber daya alam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Otomotif
Garda Oto Perkuat Layanan B...
Nasional
Menag Apresiasi Dompet Dhua...
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.