Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bahaya Racun Asap Karhutla! Menkes Wanti-Wanti Kelompok Rentan Batasi Keluar Rumah

📅 Kamis, 15 Okt 2026, 17:15 WIB | Oleh:
Bahaya Racun Asap Karhutla! Menkes Wanti-Wanti Kelompok Rentan Batasi Keluar Rumah Doc: ANTARA FOTO/Rahmad
Ket. Warga menggunakan masker saat beraktivitas di Kota Lhokseumawe, Aceh, Kamis (15/10/2026). Berdasarkan data IQair pada Kamis (15/10) pukul 13.28 WIB, kualitas udara Kota Lhokseumawe tercatat dengan nilai indeks 83 dan polutan utama PM2.5 atau masuk kategori sedang yang disebabkan tebalnya kabut asap kiriman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dari wilayah selatan Sumatera dan Kalimantan yang terbawa oleh tiupan angin ke wilayah Utara sejak Rabu (14/10).

JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau kelompok rentan, seperti lansia, balita, dan ibu hamil, untuk membatasi aktivitas di luar rumah guna menghindari paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

“Kementerian Kesehatan tidak bisa menghentikan asapnya. Yang saya sampaikan selalu adalah bahwa nomor satu, kalau bisa, stay di rumah,” kata Budi dalam konferensi pers bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Jakarta, Kamis (15/10).

Budi mengatakan paparan asap karhutla berisiko mengganggu kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan lebih besar. Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan dengan mengurangi paparan asap dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi lingkungan.

“Jadi dari sisi kesehatan, melihat kenyataannya sudah seperti ini, pesan saya adalah terutama untuk kelompok rentan, jangan keluar rumah. Jangan keluar rumah,” ujar dia.

Ia menyarankan masyarakat menghindari aktivitas di luar rumah kecuali untuk keperluan mendesak. Jika kebutuhan sehari-hari mengharuskan seseorang keluar, Budi mengimbau agar aktivitas tersebut dilakukan oleh anggota keluarga yang tidak termasuk kelompok rentan.

Apabila harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat diminta menggunakan masker untuk mengurangi masuknya partikel asap melalui hidung dan mulut. Budi menyarankan penggunaan masker N95 jika tersedia, tetapi masyarakat tetap dianjurkan memakai masker lain apabila masker tersebut tidak tersedia.

Selain melindungi saluran pernapasan, masyarakat perlu melindungi mata dengan menggunakan kacamata, baik kacamata biasa maupun kacamata hitam, untuk mengurangi paparan asap dan partikel yang dapat memicu iritasi.

Perlindungan kulit juga menjadi perhatian karena debu dan partikel dari asap dapat menempel pada tubuh. Budi menyarankan penggunaan pakaian berlengan panjang dan pakaian yang menutupi tubuh untuk mengurangi kontak langsung dengan partikel tersebut.

“Dan setiap kali pulang dari luar, selalu usahakan dibersihkan dengan air, tapi jangan langsung digosok,” kata dia.

Budi juga meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke puskesmas apabila mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar asap, seperti iritasi mata, batuk, atau kulit gatal dan iritasi yang berkelanjutan.

aIa mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sampai gejala semakin parah sebelum mencari pertolongan medis.

“Segera ke Puskesmas terdekat. Seluruh Puskesmas di daerah bencana sudah kita siapkan dengan suplai obat-obatan untuk bisa menangani penyakit atau gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh asap,” ujar dia.

Menurut Budi, kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menangani dampak kesehatan akibat paparan asap karhutla. Masyarakat juga diharapkan menerapkan langkah pencegahan secara konsisten, terutama untuk melindungi lansia, balita, dan ibu hamil.

Melalui langkah tersebut, Kementerian Kesehatan mendorong masyarakat mengurangi paparan asap, mengenali gejala gangguan kesehatan sejak dini, serta memanfaatkan layanan puskesmas untuk memperoleh penanganan yang diperlukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Nasional
Menag Apresiasi Dompet Dhua...
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.