Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes Bandung Luncurkan Sistem Integrasi, Digitalisasi, Perencanaan, Pengelolaan dan Pengawasan Obat

📅 Minggu, 11 Okt 2026, 15:45 WIB | Oleh:
Dinkes Bandung Luncurkan Sistem Integrasi, Digitalisasi, Perencanaan, Pengelolaan dan Pengawasan Obat Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung meluncurkan Sistem Integrasi, Digitalisasi, Perencanaan, Pengelolaan dan Pengawasan Obat atau Si Geulis, Kamis (8/10). Inovasi digital ini dirancang untuk memperkuat tata kelola obat agar lebih terintegrasi, akurat, cepat, transparan, dan berbasis data.

Peluncuran Si Geulis berlangsung di Aula Bawah Dinas Kesehatan Kota Bandung. Aplikasi tersebut dikembangkan sebagai respons atas sejumlah tantangan dalam pengelolaan obat, mulai dari data yang masih tersebar, proses rekapitulasi yang membutuhkan waktu, hingga belum optimalnya pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kota Bandung sekaligus Project Leader Si Geulis, Detty Kurnia, mengatakan aplikasi tersebut dikembangkan untuk mengintegrasikan data dan proses pengelolaan obat secara lebih menyeluruh.

“Si Geulis diharapkan tidak hanya mengubah pencatatan manual menjadi digital, tetapi juga mendorong perubahan budaya kerja. Dari data yang tersebar menjadi terintegrasi, dari reaktif menjadi preventif, dari asumsi menjadi berbasis data, dan dari bekerja secara parsial menjadi kolaboratif,” ujar Detty.

Si Geulis mencakup sejumlah proses penting dalam pengelolaan obat, di antaranya perencanaan kebutuhan, pemantauan stok dan transaksi, pengendalian obat kedaluwarsa, hingga penguatan pengawasan terhadap obat sensitif, termasuk psikotropika.

Sistem ini juga dilengkapi dashboard yang dapat digunakan untuk monitoring, evaluasi, dan mendukung pengambilan keputusan.

Menurut Detty, pengembangan aplikasi telah melalui sejumlah tahapan, mulai dari identifikasi kebutuhan data dan proses bisnis, penyusunan program, pengembangan serta uji coba sistem, penyempurnaan aplikasi, sosialisasi, hingga pendampingan kepada pengguna.

Pengembangan Si Geulis juga melibatkan kolaborasi berbagai pihak, baik di lingkungan internal Dinkes maupun jejaring eksternal. Di antaranya Puskesmas, pengelola obat, unsur teknologi informasi, mitra apotek, pedagang besar farmasi (PBF), perguruan tinggi, organisasi profesi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ira Dewi Jani, yang hadir mewakili Kepala Dinkes Kota Bandung menyampaikan, pengelolaan obat merupakan bagian penting dalam mendukung mutu pelayanan kesehatan masyarakat.

Ia mengatakan, penyediaan dan pengelolaan obat menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perencanaan kebutuhan, pengelolaan stok, pencatatan dan pelaporan, pengendalian obat kedaluwarsa, hingga pengawasan terhadap obat yang memerlukan penanganan khusus. Kondisi tersebut menuntut adanya perbaikan tata kelola yang didukung pemanfaatan teknologi.

Ira menuturkan, Si Geulis tidak semata-mata diarahkan untuk mendigitalisasi pencatatan. Lebih jauh, aplikasi tersebut diharapkan mendorong perubahan proses bisnis, khususnya dalam perencanaan kebutuhan obat agar semakin berbasis data.

“Si Geulis bisa menjadi instrumen untuk mengintegrasikan data dan proses pengelolaan obat sehingga informasi dapat diperoleh secara lebih cepat, akurat, dan mudah dikelola,” ucap dia.

Dalam perencanaan kebutuhan obat, pemanfaatan data menjadi salah satu aspek penting yang didorong melalui sistem tersebut. Informasi mengenai kondisi stok, data penyakit, dan data epidemiologi diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyesuaikan kebutuhan obat.

Selain itu, sistem terintegrasi tersebut diharapkan membantu proses monitoring dan pengendalian sehingga potensi persoalan dapat diketahui lebih awal. Di antaranya ketidaksesuaian stok, risiko obat kedaluwarsa, keterlambatan pelaporan, maupun kondisi lain yang membutuhkan tindak lanjut secara cepat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...

40 Rumah Hanyut Diterjang Banjir Bandang

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
40 Rumah Hanyut Diterjang B...

Mendag Ajak Anak Muda Berbisnis Waralaba

36 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Mendag Ajak Anak Muda Berbi...
Megapolitan
IQAir: Indeks Kualitas Udar...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.