Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bantul Ajak Generasi Muda Lestarikan Batik Lewat Kreativitas Membatik

📅 Minggu, 11 Okt 2026, 18:00 WIB | Oleh:
Bantul Ajak Generasi Muda Lestarikan Batik Lewat Kreativitas Membatik Doc: Dok. Dekranasda Bantul

BANTUL — Keterlibatan generasi muda menjadi salah satu kunci keberlanjutan batik Indonesia di tengah perkembangan zaman. Upaya menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya tersebut dilakukan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bantul melalui Workshop Membatik Sapu Tangan bertajuk “Bersama Pembatik Milenial – Canting Milenial, Batik Kekinian”, Sabtu (10/10), di Showroom Dekranasda Kabupaten Bantul, Ringinharjo, Bantul.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional ini mengajak peserta mengenal proses membatik secara langsung. Melalui pengalaman praktik, generasi muda diharapkan tidak hanya memahami batik sebagai identitas bangsa, tetapi juga tertarik mempelajari keterampilan pembuatannya.

Pengurus Harian Dekranasda Kabupaten Bantul, Drs. H. Yahya, menegaskan bahwa pelestarian batik membutuhkan keterlibatan generasi penerus agar tradisi tersebut tidak terputus.

“Jangan sampai batik yang merupakan warisan budaya bangsa ini hilang. Batik Indonesia telah diakui UNESCO, sehingga menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan mewariskannya kepada generasi penerus,” ungkap Yahya.

Batik Indonesia ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda (Intangible Cultural Heritage/ICH) pada 2 Oktober 2009. Pengakuan internasional tersebut menjadi kebanggaan bangsa sekaligus pengingat bahwa keberlangsungan tradisi batik perlu dijaga melalui pengenalan dan pewarisan keterampilan kepada generasi berikutnya.

Yahya juga menyoroti posisi Yogyakarta sebagai salah satu daerah yang memiliki tradisi membatik. Keberadaan sentra batik di Kabupaten Bantul dinilai membuka kesempatan bagi generasi muda untuk belajar langsung dari para perajin, mengenal ragam motif, dan mengembangkan kreativitas tanpa meninggalkan nilai budaya yang terkandung dalam batik.

Ketua Dekranasda Kabupaten Bantul, Hj. Emi Masruroh Halim, M.Pd., mengatakan pelestarian batik perlu disertai inovasi agar tetap relevan dan menarik bagi kalangan muda. Pengalaman mencoba sendiri proses membatik diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman yang lebih mendalam terhadap nilai budaya sekaligus keterampilan di balik pembuatannya.

“Kami ingin generasi muda tidak hanya mengenal batik sebagai warisan budaya, tetapi juga ikut merasakan proses kreatifnya. Dengan belajar membatik secara langsung, mereka dapat memahami nilai, keterampilan, dan kreativitas yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.

Dalam workshop tersebut, pembatik muda bernama Ari menjadi salah satu narasumber yang memperkenalkan teknik membatik. Materi yang diberikan mencakup tahapan pembuatan batik hingga penggunaan canting untuk membentuk motif pada kain.

Ari mengaku bangga dapat mengambil bagian dalam kegiatan yang mengenalkan batik kepada generasi muda. Berbagi pengetahuan tentang membatik dinilai menjadi kesempatan untuk memperkenalkan keterampilan tradisional sekaligus menumbuhkan ketertarikan anak muda terhadap dunia batik.

Keterlibatan generasi muda diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berkembang menjadi minat untuk mempelajari, menggunakan, dan mengembangkan batik. Dengan demikian, keterampilan membatik dapat terus diwariskan, sementara inovasi motif dan produk berpeluang tumbuh mengikuti perkembangan selera masyarakat.

Melalui praktik membatik sapu tangan, peserta juga memperoleh ruang untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus berinteraksi dengan pembatik dan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) batik. Pengenalan semacam ini menjadi salah satu langkah untuk mendekatkan batik kepada generasi muda, sehingga warisan budaya tersebut tetap hidup dan memiliki tempat di tengah masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Luar Negeri
KBRI Riyadh: Tidak Ada WNI ...
Nasional
Menekraf: PPh Royalti Buku ...

40 Rumah Hanyut Diterjang Banjir Bandang

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
40 Rumah Hanyut Diterjang B...

Mendag Ajak Anak Muda Berbisnis Waralaba

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Mendag Ajak Anak Muda Berbi...
Megapolitan
IQAir: Indeks Kualitas Udar...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.