Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Burnout Mengintai, Hanum Massage Hadirkan Pijat Panggilan 24 Jam untuk Pulihkan Tubuh

📅 Selasa, 06 Okt 2026, 11:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Burnout Mengintai, Hanum Massage Hadirkan Pijat Panggilan 24 Jam untuk Pulihkan Tubuh Doc: IST

Pekerja Indonesia boleh jadi termasuk yang paling bahagia di Asia Pasifik, tetapi kelelahan kerja tetap membayangi.

Workplace Happiness Index 2025-2026 dari Jobstreet by SEEK mencatat sekitar 82 persen pekerja Indonesia merasa bahagia dengan pekerjaannya, tertinggi di kawasan. Namun laporan yang sama menunjukkan 43 persen pekerja mengaku mengalami burnout, terlepas dari apakah mereka bahagia atau tidak.

Menjelang Hari Kesehatan Jiwa Sedunia pada 10 Oktober, isu ini kembali relevan. Semakin banyak pekerja di kota besar mencari cara sederhana untuk memulihkan tubuh dan pikiran, salah satunya lewat layanan pijat panggilan yang datang langsung ke rumah, apartemen, atau hotel.

Burnout Bukan Sekadar Lelah Biasa

Burnout adalah kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental akibat stres kerja yang berlangsung lama. Gejalanya sering tidak disadari: sulit berkonsentrasi, mudah lelah meski sudah tidur, pegal dan tegang di leher serta punggung, hingga kehilangan semangat bekerja.

Kehidupan di kota besar memperbesar risikonya. Rumah Sakit Pusat Pertamina menyoroti beberapa pemicu khas perkotaan, seperti waktu tempuh panjang akibat kemacetan, biaya hidup tinggi, serta batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi yang semakin kabur. Sebuah penelitian di Jakarta Selatan bahkan menemukan 40,3 persen pegawai swasta mengalami burnout.

Karena itu, memberi waktu bagi tubuh untuk beristirahat bukan lagi kemewahan, melainkan bagian dari menjaga produktivitas dan kesehatan jangka panjang.

Kenapa Pijat Panggilan Makin Diminati

Pijat sudah lama menjadi cara tradisional masyarakat Indonesia untuk melepas pegal dan penat. Yang berubah adalah cara orang menikmatinya. Alih-alih datang ke spa, kini banyak orang memilih terapis yang datang ke tempat mereka.

Alasannya praktis. Pelanggan tidak perlu menembus kemacetan setelah seharian bekerja, bisa memilih waktu sesuai jadwal, dan menikmati relaksasi dengan privasi yang lebih terjaga. Pelanggannya pun beragam, mulai dari pekerja kantoran yang pulang larut malam, penghuni apartemen, ibu rumah tangga, hingga tamu hotel yang lelah setelah perjalanan panjang.

Banyak orang merasakan tubuh lebih ringan, otot lebih rileks, dan tidur lebih nyenyak setelah dipijat. Meski begitu, pijat adalah bentuk perawatan diri, bukan pengobatan burnout. Bila stres berlangsung lama, mengganggu tidur, atau mempengaruhi suasana hati dan pekerjaan, sebaiknya berkonsultasi dengan psikolog atau dokter.

Mengenal Jenis Massage dan Manfaatnya

Setiap jenis massage memiliki teknik dan tekanan yang berbeda. Berikut panduan singkat untuk memilih sesuai kebutuhan:

20261006111515_massage3.JPG

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
Advertisement
Kacau, Malaysia dan Vietnam Melontarkan  Rencana Pembunuhan atas Keluarga Justin Hubner

Kacau, Malaysia dan Vietnam Melontarkan  Rencana Pembunuhan atas Keluarga Justin Hubner

06 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.