BP Batam Alirkan Air dari Embung di Kawasan Kebun Raya Nongsa untuk Tambah Debit Waduk
📅 Selasa, 06 Okt 2026, 12:18 WIB | Oleh: Tim PenulisBATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mengalirkan air dari embung di kawasan Kebun Raya Nongsa ke Waduk Nongsa melalui pemasangan pipa interkoneksi sebagai upaya mempercepat pengamanan pasokan air bagi masyarakat.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad dalam keterangan tertulis yang diterima di Batam, Selasa (06/10), mengatakan Tinggi Muka Air (TMA) Waduk Nongsa berada pada kisaran 5,5 meter di atas permukaan laut, atau mengalami penurunan sekitar 4,5 meter dibandingkan kondisi normal.
Saat kondisi normal, rata-rata TMA Waduk Nongsa berada pada kisaran 10 meter di atas permukaan laut. Pada kondisi puncak, TMA dapat mencapai sekitar 12,7 meter di atas permukaan laut.
Salah satu langkah yang dilakukan oleh BP Batam adalah mengalirkan air dari embung yang berada di kawasan Kebun Raya Nongsa melalui pemasangan pipa interkoneksi menuju Waduk Nongsa agar debit dapat naik secara bertahap.
“Kami berupaya mendorong debit air di waduk ini agar posisi 5,5 meter ini secara bertahap bisa meningkat. Paling tidak, dengan interkoneksi pipa ini, bisa naik satu atau dua meter,” katanya.
Selain mengalirkan air dari embung ke waduk tersebut, BP Batam juga mengupayakan penyambungan pipa 250 milimeter (mm) dan pipa 300 mm sebagai bagian dari sistem interkoneksi.
Penyambungan tersebut dilakukan untuk meningkatkan efektivitas booster sehingga dorongan air menuju masyarakat berjalan lebih optimal.
“Kita ingin agar pekerjaan teknis ini bisa cepat selesai sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat,” kata Amsakar menambahkan.
Minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir turut mempengaruhi debit air yang masuk ke waduk, ujar dia.
Kondisi tersebut berdampak terhadap ketersediaan air baku dan selanjutnya memengaruhi distribusi serta suplai air kepada masyarakat di wilayah Nongsa.
“Beberapa langkah teknis sudah dilakukan agar persoalan ini tidak berlarut-larut sehingga mengganggu aktivitas masyarakat,” katanya menegaskan.
Ia juga mengajak agar masyarakat untuk bersama-sama melakukan Shalat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan.
“Ikhtiar teknis kita lakukan, mari ikhtiar spiritual juga kita lakukan agar persoalan bisa teratasi,” kata Amsakar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!