Meski El Nino, Pemkot Palu Optimistis Program Palu Mapan Tetap Produktif
📅 Selasa, 06 Okt 2026, 12:43 WIB | Oleh: Tim PenulisPALU – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah optimis program inovasi Palu mandiri, adaptif dan stabilitas pangan (Mapan) tetap mampu produktif meski fenomena El Nino masih terus berlanjut.
"Meski sektor pertanian menghadapi tantangan perubahan iklim El Nino, namun petani masih bisa berproduksi dan kami yakin program ini bisa menjaga kondisi inflasi daerah," kata Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhiddin usai panen komoditas tomat yang merupakan program Palu Mapan di Palu, Selasa (06/10).
Ia mengemukakan komoditas tomat di panen saat ini berada di lahan seluas 6 ribu meter persegi dengan jumlah tanaman 7 ribu pohon di Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore.
Menurut dia, di tengah kondisi cuaca panas yang ekstrem saat ini per satu pohon dapat menghasilkan maksimal 1 kilogram tomat. Jika rata-rata per satu pohon menghasilkan 1 kilogram tomat, diproyeksikan produksi petani dapat mencapai 7 ton dalam lima kali panen setiap empat hingga lima hari sekali.
"Hasil produksi petani dapat menambah pasokan dalam daerah dan secara ekonomis petani mendapat untung," ujarnya.
Tantangan perubahan iklim, kata dia, jangan menjadikan petani patah semangat dalam meningkatkan produksi pertanian, meskipun lahan pertanian terbatas pemanfaatan lahan tidur maupun pekarangan dapat dimanfaatkan untuk menjaga kelangsungan kebutuhan pangan masyarakat.
Sebagai mana tujuan utama program Palu Mapan diciptakan untuk menjaga ketersediaan pasokan dan mengurangi ketergantungan dari suplai luar daerah.
"Program Palu Mapan, kemudian diterjemahkan dalam sup program Kelurahan Menanam sebetulnya bukan hanya menyasar lahan pertanian/lahan tidur, tetapi juga menyasar lahan pekarangan rumah untuk menanam komoditas hortikultura," tutur Imelda.
Ia memaparkan konsep itu selain memperkuat ekonomi kerakyatan, juga upaya menjaga stabilitas harga bahan pangan di pasar.
Sementara itu Koordinator Kelurahan Menanam Dinas Pertanian dan Ketahanan Palu Asrul mengatakan, khusus tanaman tomat Pemkot Palu melibatkan sembilan wilayah sebagai tematik pada komoditas tersebut, salah satunya Kelurahan Kawatuna.
Menurut Pemkot Palu tiga komoditas hortikultura yakni bawang merah, cabai dan tomat memberikan andil terhadap inflasi daerah.
"Itu sebanyak pemerintah kota memproduksi komoditas bawang merah, cabai dan tomat dalam jumlah banyak, tujuannya untuk mengendalikan dan menjaga stabilitas inflasi," ucapnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat inflasi Kota Palu pada semester I tahun 2026 atau bulan Juli di angka 2,96 persen, lalu di bulan Agustus turun menjadi 2,61 persen.
"Kami terus menggenjot 46 Kelurahan di Kota Palu lebih produktif, karena masing-masing wilayah telah ditetapkan sesuai tematik," kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!