Bukan Sekadar Jual Konten, Pengamat Dorong Indonesia Ekspor IP dan Talenta Kreatif ke Pasar Global
Selasa, 06 Okt 2026, 02:00 WIB | Oleh: Tim PenulisUntuk memperluas pasar, Ronny mendorong pemerintah lebih agresif membuka akses melalui kantor perdagangan, perwakilan diplomatik Indonesia, business matching, festival internasional, hingga platform digital global.
"Diplomasi ekonomi harus ikut menjual IP dan talenta Indonesia, bukan hanya produk barang," katanya.
Penguatan ekosistem kreatif di berbagai daerah yang terhubung dengan pasar global juga diperlukan agar potensi ekonomi kreatif tidak hanya berkembang di pusat-pusat industri.
Ronny mengatakan pemerintah sebenarnya telah mengarahkan kebijakan ekonomi kreatif pada penguatan data, talenta, infrastruktur, IP, pembiayaan, pemasaran, dan diplomasi ekonomi kreatif. Indonesia juga telah mengambil langkah strategis dengan memperluas cakupan ekonomi kreatif dari 17 menjadi 21 subsektor melalui Rindekraf 2026-2045, termasuk subsektor yang berkaitan dengan teknologi baru dan konten digital.
Tantangannya, kata dia, adalah memastikan berbagai kebijakan tersebut saling terhubung sehingga membentuk rantai nilai ekspor yang mampu meningkatkan nilai tambah bagi pelaku kreatif dan perekonomian nasional.
"Peluang terbesar Indonesia sebenarnya bukan hanya menjadi eksportir konten, tetapi menjadi eksportir intellectual property dan creative talent," ujarnya.
Ia berharap perluasan keunggulan subsektor kreatif yang berpotensi ekspor dapat mendorong pelaku kreatif Indonesia tidak lagi hanya menjadi sumber outsourcing murah bagi perusahaan global, tetapi naik kelas menjadi pemilik IP dan brand yang mampu bersaing di industri kreatif global.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!