Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

BI Pantau Rupiah, Jangan Sampai Pasar Kehilangan Kepercayaan

26 Senin, 26 Okt 2026, 17:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
BI Pantau Rupiah, Jangan Sampai Pasar Kehilangan Kepercayaan BI Pantau Rupiah, Jangan Sampai Pasar Kehilangan Kepercayaan Doc: ANTARA/ REUTERS/ Ajeng Dinar Ulfiana.
Ket. Ilustrasi - Logo Bank Indonesia terlihat di kantor pusat Bank Indonesia di Jakarta.

JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menegaskan pihaknya tetap berada di pasar untuk memantau pergerakan nilai tukar rupiah di tengah volatilitas pasar keuangan.

Ia menerangkan pergerakan rupiah memang dipengaruhi oleh dinamika permintaan dan penawaran (supply and demand). Maka dari itu, BI terus mencermati perkembangan nilai tukar, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakannya.

"Ya, kita (BI) tetap ada di pasar. Ya, ini tergantung supply demand hari ini, ya mungkin lagi. Ya, pokoknya tetaplah.. Tetap ya, tetap kita monitor pergerakannya," kata Destry, usai menghadiri Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026, di Jakarta, Senin (26/10).

Terkait kemungkinan perubahan strategi intervensi guna meredam gejolak rupiah, Destry menyatakan belum merencanakan adanya perubahan.

Ia menilai volatilitas yang terjadi masih merupakan dinamika pasar yang biasa, dan masih bisa terus dipantau bank sentral.

“Enggak, enggak. Ini kita ya (menghadapi) volatility biasa, ya. Tapi kita kan ada terus monitor, ya. Kita lihat root-cause-nya juga,” ujarnya.

Adapun rupiah tercatat melemah 0,30 persen ke level Rp18.135 per dolar Amerika Serikat (AS). Pergerakan tersebut terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik geopolitik di kawasan Asia Barat atau Timur Tengah.

Mengutip Xinhua, harga minyak mentah Brent melonjak ke level tertinggi sejak akhir April seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember ditutup pada Sabtu (24/10) di level 116,72 dolar AS per barel, naik 3,14 persen.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember ditutup pada 103,27 dolar AS per barel, menguat 3,82 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Kane, Mbappe, dan Yamal Ber...
Megapolitan
BPBD Bogor: 113 Rumah di Ci...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jenis Pelanggaran Lalu Lintas yang akan Ditindak Selama Operasi Patuh Jaya 2026

Jenis Pelanggaran Lalu Lintas yang akan Ditindak Selama Operasi Patuh Jaya 2026

26 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.