Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Bukan Sekadar Jual Konten, Pengamat Dorong Indonesia Ekspor IP dan Talenta Kreatif ke Pasar Global

26 Selasa, 06 Okt 2026, 02:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bukan Sekadar Jual Konten, Pengamat Dorong Indonesia Ekspor IP dan Talenta Kreatif ke Pasar Global Bukan Sekadar Jual Konten, Pengamat Dorong Indonesia Ekspor IP dan Talenta Kreatif ke Pasar Global Doc: Antara
Ket. Penyedia jasa rakit gundam menyelesaikan pesanan saat berlangsung Festival Pop Culture Society di Blok M Hub, Jakarta, Jumat (26/9).

Jakarta - Pengamat ekonomi Ronny P Sasmita mengatakan pemerintah perlu mengubah pendekatan pengembangan ekonomi kreatif dari sekadar membina pelaku kreatif menjadi membangun industri ekspor jasa kreatif agar subsektor tersebut mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

"Pemerintah menurut saya perlu mengubah pendekatan dari membina pelaku kreatif menjadi membangun creative export industry," kata Ronny di Jakarta, Senin (5/10).

Menurut dia, pengembangan industri ekspor jasa kreatif perlu ditopang intervensi pemerintah yang mencakup peningkatan kualitas talenta, akses pembiayaan, perlindungan dan komersialisasi kekayaan intelektual (intellectual property/IP), pembukaan akses pasar global, serta pembangunan ekosistem kreatif yang terhubung dengan pasar internasional.

Ia mengatakan peningkatan kapasitas talenta tidak cukup hanya berfokus pada keterampilan kreatif, tetapi juga perlu mencakup kemampuan artificial intelligence (AI), bahasa, bisnis, pemasaran global, IP, hingga manajemen proyek internasional.

Selain itu, pemerintah perlu menyediakan akses pembiayaan yang mempertimbangkan karakteristik aset ekonomi kreatif yang tidak selalu berbentuk aset fisik.

"Pemerintah perlu membangun skema pembiayaan ke depan perlu memperhitungkan nilai IP, kontrak ekspor, dan future revenue, bukan hanya aset fisik sebagai agunan," kata Ronny.

Di sisi lain, perlindungan dan komersialisasi IP menjadi bagian penting agar karya kreatif tidak berhenti sebagai produk sekali jual. Kreator perlu didorong untuk mengubah karya menjadi aset ekonomi yang dapat dilisensikan, diwaralabakan, dan diekspor secara berulang.

"Kreator Indonesia jangan hanya dibayar sebagai vendor atau freelancer, tetapi semakin banyak yang memiliki IP, platform, karakter, software, gim atau konten sendiri," kata Ronny.

Menurut dia, pergeseran dari sekadar menerima bayaran atas produksi karya menuju kepemilikan dan monetisasi IP dapat membuka sumber pertumbuhan baru dengan nilai tambah yang lebih besar bagi Indonesia.

Ia menilai ekspor jasa kreatif digital berpotensi menjadi sumber pertumbuhan baru karena memiliki karakter yang berbeda dengan ekspor komoditas. Jika komoditas menjual sumber daya alam dan membutuhkan pabrik, bahan baku, pelabuhan, kapal, serta logistik, jasa kreatif menjual kreativitas, desain, software, konten, IP, dan talenta.

"Pada 2025, ekspor ekonomi kreatif mencapai sekitar 31,94 miliar dolar AS, dengan investasi mencapai Rp183 triliun dan menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja," ujarnya.

Ronny melihat sejumlah subsektor memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor jasa, di antaranya gim dan animasi karena memiliki skalabilitas sehingga dapat dijual ke banyak negara dengan biaya distribusi tambahan yang relatif rendah.

Penggunaan AI

Selain itu, konten digital, desain, software, aplikasi, dan jasa kreatif berbasis AI juga dinilai prospektif karena dapat diekspor tanpa harus memindahkan barang secara fisik.

Namun, menurut Ronny, penggunaan AI dalam jasa kreatif tidak boleh hanya diarahkan untuk menekan biaya produksi, tetapi juga harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sehingga karya kreator Indonesia mampu melayani pasar global dengan nilai kontrak yang lebih tinggi.

"Kandungan nilai tambah domestiknya berpotensi jauh lebih tinggi karena input utamanya adalah kreativitas, pengetahuan, keterampilan dan IP," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jenis Pelanggaran Lalu Lintas yang akan Ditindak Selama Operasi Patuh Jaya 2026

Jenis Pelanggaran Lalu Lintas yang akan Ditindak Selama Operasi Patuh Jaya 2026

26 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.