Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pontianak Biennale 2026 Buka Peluang Baru, Karya Seniman Lokal Kini Bisa Naik Kelas

📅 Sabtu, 03 Okt 2026, 15:11 WIB | Oleh:
Pontianak Biennale 2026 Buka Peluang Baru, Karya Seniman Lokal Kini Bisa Naik Kelas Doc: Antara foto
Ket. Seniman di Pontianak Biennale 2026.

PONTIANAK - Pontianak Biennale (PONBI) 2026 membuka ruang pemasaran bagi seniman lokal untuk memperkenalkan sekaligus menjual karya mereka kepada masyarakat di tengah terbatasnya wadah pemasaran karya seni secara individu.

"Kalau secara individu, seniman agak sulit untuk memperjualbelikan karyanya. Jadi, kami mengakomodasinya dalam satu lapak yang sama," kata Ajeng dari Rantang Studio di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu.

Ajeng mengatakan Rantang Studio dilibatkan dalam PONBI 2026 karena selama ini menjadi salah satu penggiat yang mengakomodasi karya-karya seniman di Pontianak, termasuk melalui pop-up market dalam berbagai kegiatan pameran dan kesenian.

Menurut dia, wadah tersebut memberikan kesempatan kepada seniman yang telah memiliki karya, tetapi belum mempunyai tempat untuk menitipkan maupun memasarkannya kepada calon pembeli.

"Ini menjadi salah satu wadah juga bagi kami dan para seniman yang selama ini punya karya, tetapi tidak tahu untuk mengimplementasikan atau menjualnya ke mana. Jadi, kami sangat terbantu. Ini turut menghidupkan ekosistem seniman," ujarnya.

Dalam PONBI 2026, Rantang Studio mengakomodasi karya lebih dari 10 seniman berasal dari Pontianak, Singkawang, dan sejumlah daerah di Kalbar hingga daerah lainnya di Indonesia yang sebagian besar merupakan karya pribadi.

"Karya yang dipasarkan beragam, mulai dari art print berupa poster dan stiker yang digambar sendiri, penanda buku, postcard, hingga berbagai produk kerajinan yang dibuat secara handmade. Hasil penjualan karya tersebut nantinya tetap diberikan kepada masing-masing seniman," ujarnya.

Ajeng berharap PONBI tidak hanya menjadi kegiatan seni yang berlangsung pada 2026, tetapi dapat berkembang menjadi agenda rutin sehingga semakin banyak ruang pemasaran dan apresiasi bagi seniman lokal.

"Kami berharap keberadaan PONBI dapat memicu lahirnya kegiatan kesenian lainnya sehingga semakin banyak penggiat yang menyediakan wadah bagi seniman untuk memperkenalkan dan memasarkan karya mereka," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi penyelenggaraan PONBI 2026 yang melibatkan seniman lokal hingga mancanegara.

Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi seniman untuk memperkenalkan karya, tetapi juga dapat menarik wisatawan dan membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal serta anak muda.

"Kita berharap kegiatan seni seperti PONBI ini dapat terus diselenggarakan dan berkembang dengan memanfaatkan berbagai ruang publik di Kota Pontianak sehingga semakin banyak seniman memiliki kesempatan memperkenalkan karya sekaligus berinteraksi dengan masyarakat," kata Edi.

Pontianak Biennale 2026 digelar pada 15 September hingga 25 Oktober 2026 di Port 99, Jalan Kom Yos Sudarso, Pontianak, dengan menghadirkan sekitar 50 seniman dari Pontianak, Kalimantan, berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

Mengusung tema "Arus Pertemuan dan Gelombang", PONBI 2026 menghadirkan beragam gagasan seni dan budaya, termasuk karya yang mengangkat isu lingkungan, Sungai Kapuas, kebakaran lahan, serta hubungan manusia dengan alam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.