Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dishub Bandung Prihatin atas Pencurian “Traffic Light”

📅 Kamis, 01 Okt 2026, 15:10 WIB | Oleh:
Dishub Bandung Prihatin atas Pencurian “Traffic Light” Doc: Humas Kota Bandung
Ket. Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi

BANDUNG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mengambil langkah cepat untuk menjaga keselamatan pengguna jalan menyusul pencurian sejumlah perangkat traffic light di beberapa titik persimpangan. Pengaturan lalu lintas secara manual dilakukan sambil menunggu proses perbaikan dan perakitan perangkat selesai.

Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengatakan, perbaikan traffic light yang dicuri masih dalam proses. Perangkat yang hilang membutuhkan perakitan kembali sebelum dapat dipasang dan dioperasikan.

"Masih proses. Itu perlu dirakit lagi. Minimal kita seminggu untuk merakitnya lagi," ujar Rasdian di Balai Kota Bandung, Kamis (1/10).

Rasdian menyebut, terdapat sekitar lima titik traffic light yang terdampak pencurian. Sejumlah lokasi berada di wilayah Kecamatan Regol, di antaranya kawasan PT INTI dan Simpang Patung Ikan.

Selain itu, pencurian juga terjadi di Jalan Pungkur serta kawasan persimpangan Tamblong-Naripan dan Puteran Sunda.

Atas kejadian tersebut, Dishub Kota Bandung telah membuat laporan pengaduan kepada pihak kepolisian. Langkah tersebut dilakukan agar kasus pencurian dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan.

"Kita sudah melakukan laporan pengaduan ke kepolisian. Mudah-mudahan ditindaklanjuti," kata dia.

Sambil menunggu perbaikan, kata Rasdian, Dishub menerapkan pengaturan lalu lintas secara manual di lokasi yang traffic light-nya belum dapat berfungsi. Petugas dari Bidang Pengendalian Operasional (Dalop) ditempatkan di lapangan, terutama pada waktu-waktu sibuk.

"Untuk yang waktu dekatnya kita terpaksa di pengaturan manual dulu, menggunakan tenaga orang. Jam sibuk pagi sudah diatur oleh Bidang Dalop, nanti ada petugas di situ," tutur Rasdian.

Menurut dia, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan pengguna jalan. Persimpangan yang tidak dilengkapi traffic light membutuhkan pengawasan dan pengaturan agar arus kendaraan dari berbagai arah tetap terkendali.

"Sebetulnya tidak perlu lah diadakan seperti itu, karena ini untuk keselamatan," ujar dia.

Rasdian juga menyoroti kondisi pada malam hari ketika traffic light tidak berfungsi. Tanpa perangkat pengatur lalu lintas, kendaraan yang datang dari berbagai arah berpotensi saling mendahului ketika memasuki persimpangan.

"Apalagi malam hari, khawatir kalau tidak ada traffic light. Yang dari utara, selatan, timur, barat nanti kalau tidak traffic light suka dulu-duluan," kata dia.

Karena itu, Dishub terus mempercepat proses perbaikan sembari memastikan pengaturan manual tetap berjalan di titik-titik terdampak. Petugas juga melakukan pemantauan untuk mengantisipasi gangguan terhadap kelancaran lalu lintas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Advertisement
Prabowo Lantik Sarmuji jadi Menteri Perindustrian

Prabowo Lantik Sarmuji jadi Menteri Perindustrian

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.