Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

El Nino Bikin Cabai di Sulsel Meroket hingga Rp85 Ribu per Kilogram

📅 Minggu, 27 Sep 2026, 00:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
El Nino Bikin Cabai di Sulsel Meroket hingga Rp85 Ribu per Kilogram Doc: Antara
Ket. Pedagang cabai melayani pembeli di Pasar Terong Makassar, Sulawesi Selatan.

Makassar - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Selatan Muhammad Ilyas menyebut fenomena El Nino yang memicu kekeringan panjang turut berdampak terhadap produksi dan harga cabai yang terus mengalami kenaikan.

Ia menjelaskan kekeringan menyebabkan produksi cabai berkurang sehingga mendorong kenaikan harga dari kondisi normal sekitar Rp50 ribu menjadi Rp85 ribu per kilogram.

"Biasanya cuma Rp50 ribu, sekarang sudah Rp85 ribu. Kenaikan harga dipengaruhi kondisi di tingkat petani. Harga cabai dari petani saat ini berada di kisaran Rp65 ribu-Rp70 ribu per kilogram," ujar Muhammad Ilyas di Makassar, Sabtu (26/9).

Ia mengatakan kenaikan harga cabai menjadi perhatian pemerintah setelah mendapat arahan Gubernur Sulsel untuk segera melakukan pemantauan dan intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga pangan.

Sebelumnya, pemerintah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Selatan dan sejumlah instansi terkait telah melakukan pemantauan serta operasi pasar di Pasar Terong dan Pasar Pa'baeng-baeng, Makassar.

Hasil pemantauan TPID menunjukkan harga cabai rawit mengalami kenaikan cukup signifikan. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram, kini harganya mencapai sekitar Rp70 ribu hingga Rp85 ribu per kilogram.

Selain memantau harga, TPID juga akan mengawasi distribusi cabai dari Sulawesi Selatan ke daerah lain untuk memastikan kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut tetap terpenuhi.

"Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk melakukan langkah stabilisasi, termasuk melalui Gerakan Pangan Murah dan kerja sama antardaerah," kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Firman Hidayat.

TPID bersama instansi terkait selanjutnya akan membahas sejumlah opsi intervensi untuk menjaga stabilitas harga, termasuk pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, penguatan kerja sama antardaerah, pemantauan distribusi, hingga kemungkinan dukungan biaya transportasi bagi pengecer.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan pasokan, menekan kenaikan harga pangan, sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat di Sulawesi Selatan.

Faktor Cuaca

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso sebelumnya mengatakan kenaikan harga cabai rawit secara nasional yang rata-rata tembus melebih Rp70 ribu per kilogram salah satunya dipengaruhi faktor cuaca panas pada musim kemarau dan fenomena El Nino.

"Kami sudah komunikasi, memang (faktor kenaikan harga) karena musim (cuaca) panas ini," kata Budi di Jakarta.

Berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, seluruh jenis cabai secara rata-rata mengalami kenaikan harga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Mau Kredit Usaha Makin Gamp...
Advertisement
WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.