Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program Kuliah Gratis PTN Disiapkan secara Bertahap

📅 Kamis, 24 Sep 2026, 03:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Program Kuliah Gratis PTN  Disiapkan secara Bertahap Doc: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Ket. Mendikti Saintek Brian Yuliarto (kedua kanan) bersama Menko PMK Pratikno (kiri), Mendikdasmen Abdul Mu’ti (kedua kiri), dan Menteri Agama Nasaruddin Umar (kanan) memberikan keterangan pers terkait pendidikan gratis usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/9).

JAKARTA- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyatakan pemerintah tengah menyiapkan program kuliah gratis di perguruan tinggi negeri (PTN) secara cepat dan bertahap mempertimbangkan kemampuan fiskal negara.

“Sesuai arahan Bapak Presiden yang sudah disampaikan untuk menggratiskan pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri tadi beberapa hitungan-hitungan sudah kita lakukan beberapa analisa mulai dari pendapatan UKT (uang kuliah tunggal) yang ada saat ini,” kata Mendiktisaintek Brian memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/9).

Tidak hanya itu, turut dipertimbangkan pula komponen dari iuran pengembangan institusi (IPI) jalur mandiri hingga sumber pendapatan lain di PTN dan pendapatan dari pascasarjana dapat melakukan subsidi kepada program tersebut.

Dia menyebut Kemendiktisaintek sebelumnya sudah melakukan penghitungan sejak 2024 bagaimana standar biaya setiap prodi, wilayah, dan mahasiswa per tahunnya.

Hitungan itu yang nantinya menjadi standar acuan untuk pembahasan dengan mempertimbangkan ruang fiskal yang tersedia dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pembahasan akan dilakukan lewat tim khusus yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno yang melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga.

Langkah itu dilakukan untuk mengimplementasikan harapan Presiden Prabowo Subianto agar secepatnya dapat menggratiskan uang kuliah di perguruan tinggi.

“Harapannya dalam waktu barangkali dua minggu sampai satu bulan, begitu ya Pak Menko, untuk menetapkan bagaimana langkah-langkah, tahapan-tahapan yang lebih baik begitu ya sehingga nantinya kita akan melaporkan kembali kepada Bapak Presiden dipimpin oleh Pak Menko untuk menetapkan bagaimana langkah-langkah, tahapan-tahapan sehingga keinginan dan arahan Bapak Presiden untuk menggratiskan perguruan tinggi negeri ini dapat dilakukan,” demikian Brian Yuliarto.

Susun Rencana

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran menterinya untuk menyusun rencana dan kebutuhan anggaran sehingga pendidikan gratis dapat diberikan kepada anak-anak sejak mereka mengikuti program taman kanak-kanak (TK) hingga PTN.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti selepas mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo, menjelaskan mulai tahun ini, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak hanya diberikan kepada sekolah dasar (SD), tetapi juga taman kanak-kanak.

“Terkait dengan penguatan pendidikan gratis itu, kami sampaikan bahwa penggunaan dana BOS dan PIP. Jadi, anak-anak dan murid yang belajar di SD dan TK, mulai tahun ini itu mendapatkan dana BOS untuk semua murid, dan dana PIP (Program Indonesia Pintar) untuk murid dari keluarga tidak mampu,” kata Abdul Mu’ti saat jumpa pers di selasar Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/9).

Dalam rapat tersebut, Abdul Mu’ti menyampaikan Presiden Prabowo menekankan layanan pendidikan gratis itu dimulai dari tingkat TK.

“Kebijakan baru dari Pak Presiden Prabowo adalah TK yang selama ini tidak mendapatkan PIP mulai tahun 2027 nanti akan mendapatkan dana PIP yang memang jumlahnya 450.000 rupiah per tahun. Itu yang menjadi komitmen Beliau,” ujar Abdul Mu’ti.

Mu’ti melanjutkan sejauh ini ada sebanyak 23 persen TK negeri di berbagai wilayah Indonesia. “Nanti jumlahnya (penerima) berapa, nanti akan kami sampaikan, termasuk dalam kaitannya terkait komitmen wajib belajar 13 tahun. Ada wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari taman kanak-kanak, karena ada wajib belajar, maka nanti ada komitmen untuk dukungan dari pemerintah,” kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.