Otak Manusia Ternyata Dibangun dari Dua Sistem Saraf yang Berbeda
📅 Kamis, 24 Sep 2026, 07:18 WIB | Oleh: Haryo BronoSELAMA berabad-abad, otak manusia dipahami sebagai satu organ yang terbentuk dari satu sistem perkembangan. Namun, penelitian terbaru yang dipimpin Stanford Medicine menunjukkan gambaran yang lebih kompleks dari yang dipahami selama ini.
Hasil penelitian itu menyebut, otak manusia ternyata berasal dari dua sistem saraf yang berbeda secara perkembangan, yang kemudian berada berdampingan dan terintegrasi menjadi satu organ. Temuan ini tidak berkaitan dengan anggapan populer bahwa otak kiri dan otak kanan memiliki kepribadian atau fungsi yang sepenuhnya berbeda.
Para peneliti justru menemukan perbedaan pada asal-usul perkembangan bagian depan dan belakang otak. Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Nature Neuroscience pada 18 September 2026 itu mereka menunjukkan bahwa bagian depan otak dan bagian belakang otak berasal dari dua kelompok sel prekursor yang berbeda sejak tahap sangat awal perkembangan embrio. Penemuan tersebut bahkan mengubah cara ilmuwan memandang sejarah evolusi otak.
“Untuk pertama kalinya kami menunjukkan bahwa bagian depan otak berasal dari sel prekursor yang sama sekali berbeda dari bagian belakang otak,” kata Kyle Loh, peneliti utama sekaligus profesor madya biologi perkembangan di Stanford Medicine.
Dua Jalur Perkembangan yang Berbeda
Otak manusia dewasa memiliki beberapa wilayah utama, termasuk otak depan (forebrain), otak tengah (midbrain) dan otak belakang (hindbrain). Otak depan berhubungan dengan fungsi tingkat tinggi yang menjadi ciri khas manusia, seperti kesadaran, bahasa, penalaran abstrak dan kemampuan berpikir kompleks.
Sementara itu, otak belakang yang mencakup bagian penting dari batang otak mengendalikan sejumlah fungsi dasar yang sangat diperlukan untuk mempertahankan kehidupan, seperti pernapasan dan detak jantung.
Selama ini, salah satu asumsi dalam biologi perkembangan adalah bahwa berbagai bagian otak berasal dari satu kelompok sel prekursor pada tahap awal perkembangan embrio. Penelitian baru tersebut memberikan bukti bahwa asumsi itu tidak sepenuhnya benar.
Para peneliti mempelajari embrio tikus dan menemukan dua kelompok sel prekursor yang berbeda. Kelompok pertama mengekspresikan gen Otx2 dan berkembang menjadi otak depan serta otak tengah. Kelompok kedua mengekspresikan gen Gbx2 dan berkembang menjadi otak belakang.
Kedua kelompok sel tersebut tidak saling tumpang tindih sejak tahap awal perkembangan. Dengan kata lain, jalur yang menghasilkan otak belakang berjalan secara terpisah dari jalur yang menghasilkan otak depan dan otak tengah.
Perbedaan itu tidak hanya terlihat dari jenis selnya. Para peneliti juga menemukan perbedaan mendasar pada kromatin, yaitu struktur yang mengatur bagaimana DNA dikemas di dalam sel dan menentukan gen mana yang dapat diaktifkan. Perbedaan pengaturan itu membuat masing-masing kelompok sel seolah-olah sudah diarahkan menuju nasib perkembangan yang berbeda.
“Dalam biologi sel punca, orang sering berfokus pada bagaimana menciptakan jenis sel akhir, seperti neuron. Namun, penting untuk memulai dari tahap paling awal perkembangan embrio,” kata Rayyan Jokhai, salah satu penulis utama penelitian tersebut.
Mengapa Penemuan ini Penting?
Temuan tersebut menjelaskan persoalan yang selama bertahun-tahun dihadapi peneliti ketika mencoba membuat neuron otak belakang di laboratorium. Para ilmuwan sebelumnya berusaha menghasilkan neuron otak belakang dengan mengarahkan sel prekursor yang menghasilkan otak depan dan otak tengah agar berubah menjadi sel otak belakang. Namun, penelitian baru menunjukkan bahwa pendekatan tersebut pada dasarnya berhadapan dengan dua jalur perkembangan yang berbeda sejak awal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!