Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Teknologi AI Bantu Peritel Produksi Video Produk Tanpa Pemotretan Ulang

📅 Selasa, 13 Okt 2026, 17:20 WIB | Oleh:
Teknologi AI Bantu Peritel Produksi Video Produk Tanpa Pemotretan Ulang Doc: Fynd
Ket. Logo Fynd Studio. Optik Melawai memanfaatkan Fynd Studio untuk mengubah foto produk kacamata menjadi video berbasis AI bagi TikTok dan Instagram Reels tanpa pemotretan ulang.

JAKARTA — Perusahaan teknologi ritel berbasis kecerdasan buatan (AI), Fynd, menghadirkan layanan produksi video berbasis AI melalui Fynd Studio di Indonesia. Layanan ini ditujukan untuk membantu peritel dan merek menghasilkan video produk, film merek, serta konten media sosial tanpa harus melakukan pemotretan fisik baru untuk setiap kampanye.

Optik Melawai, jaringan ritel optik dengan lebih dari 480 toko di Indonesia, menjadi salah satu peritel yang memanfaatkan layanan tersebut. Perusahaan menggunakan Fynd Studio untuk menampilkan koleksi kacamata melalui video yang dibuat dengan bantuan AI, termasuk visual model yang mengenakan produk.

Dengan portofolio lebih dari 30 merek kacamata premium, Optik Melawai menghadapi kebutuhan untuk menampilkan beragam model bingkai sekaligus memberikan gambaran bagaimana kacamata terlihat saat dikenakan. Melalui teknologi ini, foto produk yang telah dimiliki perusahaan dapat diolah menjadi konten video untuk kebutuhan pemasaran digital.

Video tersebut disiapkan untuk kanal media sosial seperti TikTok dan Instagram Reels dengan menggunakan bahasa Indonesia. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan memperbanyak variasi konten tanpa harus mengadakan sesi pemotretan baru untuk setiap rangkaian produk.

Chief Business Officer Global Fynd, Ronak Modi, mengatakan produksi konten video menjadi semakin penting seiring perubahan perilaku konsumen dalam menemukan produk melalui platform digital.

“Video pendek kini menjadi tempat banyak konsumen Indonesia pertama kali menemukan sebuah produk, dan merek perlu hadir di sana secara konsisten. Kacamata merupakan kategori yang menantang untuk video AI karena bingkai, lensa, dan logo harus ditampilkan secara akurat,” ujar Ronak melalui keterangannya pada hari Selasa (13/10).

Menurut dia, Fynd Studio memungkinkan Optik Melawai memanfaatkan foto produk yang sudah tersedia untuk menghasilkan konten secara rutin dalam bahasa Indonesia. Tim internal perusahaan tetap memiliki kewenangan untuk meninjau dan menyetujui setiap video sebelum digunakan.

Pertumbuhan Video Commerce Dorong Kebutuhan Konten

Kehadiran layanan ini berlangsung di tengah meningkatnya peran video dalam perdagangan digital di Indonesia. Laporan e-Conomy SEA 2025 yang dipublikasikan Google mencatat volume transaksi video commerce di Indonesia mencapai 2,6 miliar. Jumlah penjual dan toko daring juga meningkat 75 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi sekitar 800.000.

Google turut melaporkan lebih dari 40 juta pengguna yang masuk ke akun mereka di Indonesia melakukan pencarian terkait belanja di YouTube. Waktu menonton konten belanja di platform tersebut meningkat lebih dari 400 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan itu mendorong peritel untuk menyediakan konten yang lebih beragam dan konsisten, terutama ketika harus memasarkan produk baru, koleksi musiman, serta katalog yang terus berubah.

Dalam produksi konvensional, pembuatan video biasanya melibatkan koordinasi model, studio, penataan gaya, pengambilan gambar, hingga penyuntingan. Proses tersebut perlu diulang untuk berbagai kebutuhan kampanye, sehingga dapat menjadi tantangan bagi peritel dengan katalog produk yang besar.

Fynd Studio menawarkan alternatif melalui pemanfaatan AI untuk mengolah foto produk menjadi materi video. Dengan pendekatan ini, peritel dapat memperbarui konten dan menampilkan lebih banyak produk tanpa harus selalu mengulang proses pemotretan fisik.

Meski demikian, hasil visual berbasis AI tetap perlu diperiksa agar sesuai dengan produk aslinya, terutama untuk kategori yang membutuhkan ketepatan detail, seperti bentuk bingkai, warna lensa, dan logo pada kacamata.

Head of Digital Marketing Optik Melawai, Jhan David, mengatakan pemanfaatan AI menjadi bagian dari upaya perusahaan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi di industri ritel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Apple Luncurkan HomePod Mini Generasi Kedua

21 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Apple Luncurkan HomePod Min...
Advertisement
Sejarah Besar! Akhirnya Ada Orang Indonesia yang Berlaga di Liga Champions!!!

Sejarah Besar! Akhirnya Ada Orang Indonesia yang Berlaga di Liga Champions!!!

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.