Telkom Percepat Perampingan Anak Usaha, 26 Entitas Masih dalam Proses
📅 Selasa, 13 Okt 2026, 19:43 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mempercepat program penyederhanaan atau streamlining entitas anak usaha untuk memperkuat fokus bisnis inti dan meningkatkan efisiensi operasional TelkomGroup. Hingga semester I 2026, perusahaan telah menyelesaikan penataan terhadap 24 dari total 50 entitas yang masuk dalam program tersebut.
Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengatakan, proses penataan terhadap 26 entitas lainnya masih berlangsung. Perusahaan mengupayakan agar proses tersebut dapat diselesaikan semaksimal mungkin pada 2026, dengan tetap memperhatikan hasil kajian dan tata kelola yang berlaku untuk setiap entitas.
Program ini sejalan dengan arah penataan portofolio badan usaha milik negara (BUMN) yang didorong Danantara Asset Management (DAM) dan Badan Pengaturan (BP) BUMN. Penataan tersebut juga menjadi bagian dari transformasi Telkom dari Operating Holding menjadi Strategic Holding melalui inisiatif strategis TLKM 30.
“Arahan pemegang saham kami maknai sebagai mandat untuk bergerak lebih cepat tanpa mengorbankan kehati-hatian. Karena itu, setiap entitas kami evaluasi secara menyeluruh, apakah relevan dengan bisnis inti, berkontribusi pada nilai grup, dan memiliki prospek yang jelas,” ujar Nanang dalam keterangan tertulis, Senin (12/10/2026).
Menurut dia, percepatan streamlining tidak semata-mata ditujukan untuk mengurangi jumlah entitas, tetapi juga memastikan portofolio TelkomGroup lebih sehat dan sumber daya perusahaan terfokus pada segmen bisnis utama.
Penataan ini dilakukan untuk mengatasi sejumlah tantangan, mulai dari kompleksitas pengelolaan anak usaha lintas lini bisnis, tumpang tindih kegiatan usaha, kebutuhan peningkatan efisiensi, hingga keterbatasan sejumlah entitas dalam merespons peluang pasar dan mengembangkan inovasi.
Melalui program tersebut, Telkom mengarahkan pembentukan ekosistem bisnis yang lebih terintegrasi dengan struktur Holding Company–Operating Company (HoldCo–OpCo). Dalam model ini, perusahaan induk berfokus pada pengelolaan strategis portofolio, sedangkan perusahaan operasional diarahkan untuk memperkuat bisnis inti masing-masing.
Penataan Portofolio dan Target Valuasi Rp550 Triliun
Selain merampingkan jumlah entitas, Telkom melakukan penataan lapisan bisnis atau delayering ke dalam empat segmen utama, yakni B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International.
Penataan tersebut diarahkan untuk memperjelas fokus bisnis setiap segmen, mengoptimalkan potensi usaha, serta membuka peluang kemitraan strategis. Telkom juga berharap langkah ini dapat meningkatkan efisiensi dan memperkuat penciptaan nilai bagi perusahaan dalam jangka panjang.
Transformasi menuju Strategic Holding menjadi bagian dari upaya perusahaan mencapai target valuasi lebih dari Rp550 triliun pada 2030.
Nanang menjelaskan, portofolio TelkomGroup selama ini mencakup bisnis inti telekomunikasi digital hingga bisnis pendukung dan usaha yang berdekatan dengan bisnis utama atau adjacent business. Melalui penataan portofolio, perusahaan berupaya memastikan sumber daya dan investasi lebih terarah pada bidang yang memiliki kontribusi strategis.
Pelepasan bisnis dengan margin rendah menjadi salah satu opsi dalam proses tersebut. Menurut manajemen, langkah itu diharapkan dapat memperkuat profitabilitas dan meningkatkan margin EBITDA konsolidasi.
Telkom menyatakan tetap mencatatkan kinerja positif pada semester I 2026 di tengah pelaksanaan streamlining, penataan organisasi, dan pengelolaan sumber daya manusia. Perusahaan juga menyebut profitabilitas meningkat pada kuartal II 2026, dengan margin EBITDA kembali berada di atas 50%.
Meski demikian, hasil jangka panjang program penataan portofolio akan bergantung pada pelaksanaan setiap tahapan, kemampuan memperkuat bisnis inti, serta realisasi manfaat efisiensi dan peningkatan profitabilitas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!