Atlet Wushu Indonesia Seraf Naro Meraih Perunggu, Perjuangan 1,5 Bulan Jadi Kunci
📅 Minggu, 20 Sep 2026, 15:27 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoNAGOYA - Medali perunggu yang diraih atlet wushu Indonesia Seraf Naro Siregar pada nomor changquan putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi buah perjuangan panjang setelah ia harus berpacu dengan waktu untuk memulihkan cedera kedua kakinya.
Sekitar satu setengah bulan sebelum pertandingan, Naro mengalami cedera pada meniskus kaki kiri dan tendon patela kaki kanan.
Kondisi tersebut sempat mengganggu persiapannya karena nomor changquan menuntut atlet melakukan berbagai gerakan lompatan dan pendaratan dengan tingkat kesulitan tinggi.
Namun, keterbatasan fisik tidak membuat Naro menyerah. Dengan program pemulihan khusus serta dukungan tim pelatih, ia akhirnya mampu tampil pada kondisi terbaik yang bisa dicapainya dan mengamankan medali perunggu sekaligus memastikan medali pertama bagi kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya.
"Memang tidak parah, tetapi cukup mengganggu karena ada rasa nyerinya. Ketika saya mencoba melompat seperti biasa, ada trigger point dan rasa nyeri itu muncul. Otomatis otak mengirim sinyal ke otot untuk pindah ke tempat yang tidak sakit," kata Naro seusai pertandingan di Aichi Prefectural Martial Arts Hall, Jepang, Minggu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Cedera tersebut membuat persiapan Naro jauh dari kondisi ideal.
Dalam persiapan normal menjelang pertandingan, ia dapat menjalani latihan teknik sekitar 10 kali dalam sepekan. Namun, kali ini intensitas latihan harus dikurangi karena kaki mudah terasa kencang dan kehilangan tenaga setelah menjalani latihan.
"Kalau latihan sedikit saja, kaki sudah kencang. Kaki sudah tidak bisa buat lompat, kaki sudah tidak ada tenaga," ujarNaro.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai gantinya, tim pelatih menyusun program pemulihan yang lebih banyak berfokus pada penguatan dan terapi. Naro menjalani latihan penguatan, terapi tusuk jarum, hingga shockwave therapy yang dilakukan secara rutin.
Untuk latihan teknik, ia bahkan hanya mampu berlatih sekitar dua hingga tiga kali dalam sepekan. Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri mengingat kebutuhan latihan seorang atlet wushu meningkat ketika memasuki masa persiapan pertandingan.
Naro mengapresiasi dukungan para pelatih dan tim pendukung yang membantu menyesuaikan program latihan dengan kondisi fisiknya. Ia secara khusus menyebut “Ci Susiana, Coach Raka, Chang Laosi, dan Ko Haris” yang banyak mendampinginya selama proses pemulihan.
"Terima kasih atas segala pengertiannya. Mereka membantu saya banyak, terutama dalam menyesuaikan program latihan dengan kondisi kaki saya," kata Naro.
Perjuangan Naro semakin tidak mudah karena changquan bukan merupakan nomor utamanya. Nomor tersebut sebelumnya dikenal sebagai nomor andalan seniornya, Edgar Xavier Marvelo, yang meraih medali perak pada edisi sebelumnya.
Karena itu, Naro mengaku sempat diliputi keraguan sebelum pertandingan. Namun, dukungan keluarga dan para pelatih membuatnya mampu membangun kembali kepercayaan diri untuk menghadapi persaingan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!