Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KNKT Ungkap Penanganan Kedaruratan di Kapal Belum Maksimal

📅 Sabtu, 19 Sep 2026, 08:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
KNKT Ungkap Penanganan Kedaruratan di Kapal Belum Maksimal Doc: Pelindo Samarinda
Ket. Insiden kebakaran KM Prince Soya di Pelabuhan Samarinda, Sabtu, 1 Agustus 2026.

JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan penanganan kedaruratan di kapal roro belum maksimal sehingga ketika terjadi kecelakaan menyebabkan banyak korban.

"Latihan (penanganan kedaruratan) di kapal itu masih sebatas formalitas belum menjadi satu keharusan," kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam webinar yang diselenggarakan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) di pantau di Jakarta, Jumat (18/9) malam.

Menurut dia, dari hasil investigasi dan juga praktik di lapangan bahwa penanganan kedaruratan di kapal masih belum maksimal sehingga ketika terjadi kecelakaan penanganan belum maksimal.

Soerjanto melanjutkan pelatihan tanggap darurat menjadi satu keharusan atau satu kebutuhan untuk melatih para awak kapal supaya bisa melakukan tanggap darurat dengan baik.

"Jadi latihan tanggap darurat bukan ditunjukkan untuk keberhasilan tapi untuk mengetahui kelemahan atau kekurangan agar dapat dilakukan penyempurnaan," ujarnya.

KNKT kata Soerjanto pernah melakukan simulasi tanggap darurat di kapal, namun banyak kendala yang ditemukan baik ketika simulasi kebakaran, penggunaan jaket pelampung, dan juga minimnya kapal penolong.

Pada saat simulasi kebakaran kata dia, petugas mengalami kendala ketika akan menggunakan selang hidran, karena tidak bisa digunakan dengan baik sebab terdapat sejumlah hambatan terutama saat muatan penuh.

Tidak hanya itu, kata Soerjanto untuk memakai pakaian anti api juga memerlukan waktu kurang lebih lima sampai delapan menit dan harus berdua.

"Kenapa banyak gagal ketika kebakaran, hidrannya tidak berfungsi dengan baik karena memang ternyata setelah kita praktekkan banyak hambatan," katanya.

Ia menambahkan bahwa pemakaian life jacket atau jaket pelampung juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar, karena dibutuhkan tiga sampai enam menit.

"Kita amati setelah kita lakukan briefing terus kita minta teman-teman baik kru kapal maupun yang bukan kru kapal ternyata rata-rata mereka menggunakan life jacket antara tiga menit sampai enam menit," katanya menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Olahraga
Voli Putri Indonesia Amanka...
Megapolitan
Kemarau Picu Penurunan Debi...
Ekonomi
Indonesia Catat Produksi Na...

Pengukuhan Pengurus Perkapi

7 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan Pengurus Perkapi
Advertisement
Daftar Jalan dan Ikon Jakarta yang Gelap Dampak Pemadaman Lampu Sabtu Besok

Daftar Jalan dan Ikon Jakarta yang Gelap Dampak Pemadaman Lampu Sabtu Besok

18 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.