Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wisatawan Berburu Durian di Permukiman Badui

📅 Kamis, 27 Agu 2026, 05:20 WIB | Oleh:
Wisatawan Berburu Durian di Permukiman Badui Doc: antara foto
Ket. Berburu durian di Permukiman Badui, Lebak, Banten.

LEBAK - Wisatawan dari berbagai daerah di Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, memadati permukiman masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, sambil berburu buah durian.

‎Sekretaris Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Medi saat dihubungi di Lebak, Rabu (26/8), mengatakan wisatawan atau saba budaya yang bersilaturahmi dengan masyarakat Badui hingga ribuan orang pada Selasa (25/8) dan Rabu (26/8) dengan jumlah tercatat 2.700 orang

Mereka datang, kata dia, menikmati panorama alam sambil membeli buah durian Badui yang memiliki keunggulan legit, beraroma, manis, dan buahnya tebal.

‎‎Wisatawan tersebut datang dengan rombongan baik keluarga, pasangan, maupun komunitas masyarakat.

‎"Kami merasa bersyukur adanya pengunjung saba budaya itu dipastikan membawa dampak positif bagi masyarakat Badui, terlebih pendapatan ekonomi cenderung meningkat seiring panen durian," kata Medi.

‎Kusni, pengunjung saba budaya warga Jakarta, mengatakan pihaknya bersama rombongan berkunjung ke Badui dan menginap malam Rabu serta kembali ke Jakarta pada Kamis (27/8).

Menurutnya,  kawasan Badui sangat menyenangkan untuk melepaskan kepengapan di Jakarta, dimana panorama alam Badui masih asli dan benar-benar memberikan ketenangan, kenyamanan, serta kegembiraan.

‎Kondisi topografi pemukiman Badui yang terdiri dari perbukitan dan pegunungan, kata dia, menjadi tantangan tersendiri.

‎"Kami bersama rombongan berjalan kaki menebus hutan dan jalan setapak menuju pemukiman Badui di Kampung Kadu Gajah sangat melelahkan, meski sepanjang tiga kilometer, namun setelah makan durian kelelahan hilang," kata Kusni.

‎Sementara itu Sandra (17), warga Tangerang, bersama rombongan komunitas mengunjungi saba budaya Badui untuk melihat kehidupan masyarakat adat, juga membeli durian dengan harga Rp30 ribu sampai Rp100 ribu per butir.

‎Ia mengatakan kehidupan masyarakat Badui luar biasa dengan kesederhanaan mampu menjaga alam, sehingga memberikan pelajaran bagi masyarakat untuk mencintai alam agar tidak rusak.

‎"Kami menginap ke pemukiman Badui dan pulang Kamis pagi," kata Sandra.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ribuan Penebang Tebu Sambut Mentan Amran, Diajak Dukung Swasembada Gula Nasional.
    Preview komentar:
    swasambada gula juga tidak kalah pentingnya dari swasembada ...
  • Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi yang sering berinteraksi dengan sektor distribusi ...
  • Industri Halal Dinilai Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.
    Preview komentar:
    Membaca ulasan komprehensif ini memberikan perspektif baru yang ...
Nasional
Uji Kelayakan dan Kepatutan...

Pelajar Terdampak Karhutla Mulai Kenakan Masker

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Pelajar Terdampak Karhutla ...
Ekonomi
Nelayan Sikka Kembali Melau...
Nasional
Bank Mandiri Pastikan Reken...
"Famtrip Marine Maratua 2026" Promosikan Keindahan Bawah Laut Maratua pada Turis Selam Malaysia dan Singapura

"Famtrip Marine Maratua 2026" Promosikan Keindahan Bawah Laut Maratua pada Turis Selam Malaysia dan Singapura

26 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.