BPH Migas Pantau Ketersediaan Minyak Tanah dan Distribusi BBM di Manggarai Barat
📅 Sabtu, 19 Sep 2026, 16:52 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memantau ketersediaan dan distribusi BBM jenis minyak tanah di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, menyampaikan pemantauan dilakukan untuk melihat kelancaran pasokan sekaligus memastikan pelayanan energi bagi masyarakat berjalan sesuai ketentuan.
Kegiatan pengawasan BPH Migas tersebut merupakan rangkaian kunjungan kerja spesifik Komisi XII DPR RI di wilayah NTT.
Menurut Wahyudi, ketersediaan BBM pascabencana gempa di Flores secara umum telah berjalan dengan baik, yang dipasok dari Fuel Terminal Labuan Bajo dan Fuel Terminal Reo.
Untuk pasokan minyak tanah dari Fuel Terminal Reo ke wilayah Manggarai Barat juga berjalan dengan lancar.
Salah satunya melalui Agen Minyak Tanah Wardun Perkasa Jaya, yang memasok ke Pangkalan Wae Mbuka dengan rata-rata penyaluran sekitar 800 hingga 900 liter setiap tiga hari sekali.
"Dengan skema ini, stok minyak tanah di pangkalan selalu terjaga dan aman, sehingga kebutuhan memasak rumah tangga warga untuk jangka waktu 3-4 hari ke depan dapat terpenuhi dengan baik," katanya menambahkan saat kunjungan kerjanya dalam rangka kegiatan pengawasan di Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, NTT, Jumat (18/9).
Pangkalan Minyak Tanah Wae Mbuka melayani kebutuhan bagi sekitar 150 kepala keluarga.Untuk memudahkan pelayanan, pangkalan menerapkan sistem antrean berbasis jeriken.Setiap jeriken diberi nama pemilik, sehingga warga tidak perlu menunggu lama saat pengisian.
"Dengan sistem antrean jeriken ini, masyarakat cukup menyerahkan jeriken yang diberi nama kepala keluarga dan mengambilnya kembali secara rutin setelah terisi. Layanan ini ini diterapkan demi memudahkan warga di wilayah Kelurahan Wae Kelambu agar mereka dapat menyesuaikan waktu pengambilan minyak tanah," ujar Wahyudi.
Dari hasil pengawasan, rata-rata konsumsi minyak tanah berada pada kisaran 2–2,5 liter per hari untuk setiap keluarga.Pola tersebut menjadi salah satu gambaran kebutuhan energi rumah tangga di wilayah yang masih menggunakan minyak tanah.
Junari (42), warga yang menjadi pelanggan pangkalan mengatakan kebutuhan minyak tanah keluarganya sekitar 20 liter per bulan.
"Terima kasih kepada pemerintah karena minyak tanah di sini selalu tersedia," ujar dia.
Pantau Penyaluran BBM
Selain minyak tanah, Kepala BPH Migas juga memantau penyaluran Biosolar dan Pertalite di SPBU, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!