118 Gempa Guncang Bandung, Dipicu Sesar Belum Terpetakan
📅 Jumat, 18 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiMenurut Daryono, earthquake swarm merupakan rangkaian gempa yang terjadi berulang dalam suatu kawasan dan periode tertentu tanpa satu gempa utama (mainshock) yang secara jelas mendominasi rangkaian tersebut.
Kemunculan swarm menunjukkan adanya deformasi dan pelepasan tegangan di kerak bumi. Namun, fenomena itu dapat berkaitan dengan berbagai proses, termasuk pergeseran sesar, aktivitas vulkanik, maupun hidrotermal.
“Pola swarm harus dibaca berdasarkan data seismologi secara terus-menerus, bukan berdasarkan jumlah gempa semata,” ujarnya.
Daryono menjelaskan Pangalengan berada di wilayah Jawa Barat bagian selatan dengan kondisi deformasi kerak bumi yang kompleks dan berdekatan dengan sistem Sesar Garsela, salah satu struktur sesar aktif di Jawa Barat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan gempa dengan sumber relatif dangkal dapat menghasilkan guncangan yang terasa cukup kuat meskipun magnitudonya kecil. Kondisi geologi setempat juga dapat memengaruhi tingkat guncangan yang dirasakan masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!