Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenag-Baznas Perbaiki Sarana Prasarana 700 Pesantren dan Madrasah

📅 Rabu, 16 Sep 2026, 15:21 WIB | Oleh:
Kemenag-Baznas Perbaiki Sarana Prasarana 700 Pesantren dan Madrasah Doc: ANTARA/Asep Firmansyah
Ket. Menteri Agama Nasaruddin Umar (tengah) saat meresmikan program Pesantren Nyaman Belajar hasil kolaborasi dengan Baznas RI yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (16/9).

JAKARTA -- Kementerian Agama bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bakal memperbaiki sarana prasarana di 700 pesantren dan madrasah yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia melalui program Pesantren Nyaman Belajar.

Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen Baznas dalam memperkuat sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas penyaluran zakat.

“Prioritas kita ada lima, yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dan mualaf. Salah satu prioritas kita adalah pendidikan,” kata Sodik saat peluncuran program Pesantren Nyaman Belajar di Kantor Kemenag, Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan dukungan terhadap pendidikan dilakukan Baznas melalui berbagai bentuk, mulai dari pemberian beasiswa hingga penguatan infrastruktur pendidikan, termasuk bekerja sama dengan kementerian dan lembaga.

Sodik mengatakan program itu diharapkan dapat terus dikembangkan, terutama pada tahun anggaran berikutnya, sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang memiliki basis keagamaan sekaligus penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Jadi, satu beasiswa, infrastruktur, IT, dan lain-lain,” ujarnya.

Ia menjelaskan Baznas pada tahun ini telah mengalokasikan sekitar Rp40 miliar untuk sejumlah program pendidikan, termasuk dukungan bagi Kementerian Agama. Ke depan, Baznas akan terus memperluas pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di sektor pendidikan.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan Indonesia memiliki 42 ribu pesantren dan mayoritas dikelola secara mandiri. Namun, dari jumlah tersebut, masih banyak pesantren yang membutuhkan bantuan.

Di sisi lain, Kemenag juga baru membentuk dan melantik pimpinan Direktorat Jenderal Pesantren. Maka, kolaborasi ini menjadi strategis dalam memperkuat tata kelola dan sumber daya manusia di lingkungan pesantren.

“Itu (santri) anak bangsa kita juga yang perlu mendapatkan bantuan dari pemerintah. Tapi pemerintah kan keterbatasan anggaran, tentu juga harus ada aturannya yang tersendiri,” kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Menterinya aja kena OTT KPK :D
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...

Meksiko Nyatakan Tak Mau Didikte Asing

35 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Meksiko Nyatakan Tak Mau Di...
Megapolitan
Jakarta Pusat Perkuat Pelay...
Advertisement
AS Akui Telah Kerahkan Senjata di Luar Angkasa

AS Akui Telah Kerahkan Senjata di Luar Angkasa

16 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.