Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Pemprov Jawa Tengah Berkomitmen Jaga Lahan Sawah Dilindungi

📅 Rabu, 16 Sep 2026, 15:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Pemprov Jawa Tengah Berkomitmen Jaga Lahan Sawah Dilindungi Doc: ANTARA
Ket. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menjaga Lahan Sawah Dilindungi (LSD) sebagai upaya menjaga produktivitas pangan serta mendukung ketahanan pangan nasional.

"Sawah hilang tidak mungkin akan kembali. Kita perlu mempertahankan luas lahan pertanian, agar jangan sampai beralih fungsi," kata Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Semarang, Rabu (16/9).

Luas lahan pertanian Jawa Tengah mencapai 1,5 juta ha dengan target produksi pasi pada 2026 sebesar 10,5 juta ton.

Bahkan, menurut dia, Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Jateng sudah melebihi target minimum 87 persen.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan minimal sebanyak 970.000 hektare (ha) lahan sawah dilindungi (LSD) sedangkan saat ini masih mencapai 825.000 ha.

Meski demikian, ia mengakui untuk di beberapa daerah perkotaan masih terkendala, karena terbatasnya lahan.

Gubernur mengusulkan kepada pemerintah pusat agar kabupaten/kota yang sudah memenuhi target LP2B diberikan insentif.

Saat ini di Jateng, sudah ada 24 kabupaten/kota yang sudah memenuhi batas minimal 87 persen luas baku sawah (LBS) itu.

Lima besar LSB tertinggi adalah Kabupaten Magelang dengan luas 24.818 ha (97,18 persen), Purworejo 27.872,82 ha (96,54 persen); Wonogiri 36.025,37 ha (96,23 persen), Batang 15.009,34 ha (93,75 persen); dan Demak 52.671,39 ha (93,22 persen).

Ia juga meminta Kementerian ATR/BPN mempercepat sertifikasi LP2B, agar ada kejelasan status lahan tersebut.

Dengan begitu, kata dia, dapat segara diketahui mana lahan yang boleh digunakan untuk investasi atau lahan mana yang memang benar-benar tidak boleh dialihfungsikan.

Luthfi juga menyinggung perizinan berbasis risiko yang selama ini berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.

Ia mengharapkan hal tersebut dapat didelegasikan kepada pemerintah provinsi sehingga dapat mempercepat perizinan.

Menurut dia, kawasan industri menjadi andalan Jawa Tengah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
Luar Negeri
Uganda Akhirnya Sukses Takl...
Luar Negeri
Tunisia Siap Turun Tangan R...
Advertisement
Kebakaran di Luar Area Bandara, Operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta Dipastikan Tetap Normal

Kebakaran di Luar Area Bandara, Operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta Dipastikan Tetap Normal

16 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.