Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dosen Teknik UB Kembangkan Aplikasi Deteksi Kesehatan Mental

📅 Rabu, 27 Mei 2026, 00:00 WIB | Oleh:
Dosen Teknik UB Kembangkan Aplikasi Deteksi Kesehatan Mental Doc: Istimewa
Ket. Sugiono Menunjukkan Aplikasi Mind Matrix Untuk Memonitor Stres

MALANG - Guru Besar Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB), Sugiono bersama tim mahasiswa mengembangkan Mind Matrix, aplikasi pemantauan kesehatan mental berbasis teknologi digital. Inovasi ini menggabungkan teknologi Heart Rate Variability (HRV) dan asesmen psikologis digital untuk membantu memantau kondisi mental pekerja industri secara berkala dan berkelanjutan.

Menurut Sugiono, pengembangan Mind Matrix berangkat dari pentingnya kesehatan mental di lingkungan kerja, khususnya pada industri padat karya. Selama ini, pengukuran kondisi mental pekerja umumnya hanya dilakukan satu atau dua kali dalam setahun sehingga dinilai belum mampu menggambarkan kondisi psikologis secara menyeluruh.

“Kondisi mental seseorang itu dinamis dan berubah dari waktu ke waktu. Pengukuran sesaat belum tentu menggambarkan kondisi sebenarnya, sehingga kami ingin menghadirkan sistem yang mampu memprofiling kondisi mental secara berkelanjutan,” jelas Sugiono.

Ia menambahkan bahwa sumber tekanan mental seseorang tidak selalu berasal dari lingkungan kerja. Karena itu, diperlukan pendekatan yang mampu melihat kondisi mental agar penanganan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran.

“Bisa jadi seseorang justru merasa nyaman di tempat kerja, tetapi mengalami tekanan di luar pekerjaan. Hal seperti ini yang ingin kami identifikasi agar treatment yang diberikan tidak salah sasaran,” tambahnya.

Dalam pengembangannya, Mind Matrix memadukan dua metode pengukuran, yakni objektif dan subjektif. Pengukuran objektif dilakukan menggunakan teknologi HRV melalui perangkat wearable untuk membaca variasi detak jantung pengguna sebagai indikator kondisi stres. Sementara itu, pengukuran subjektif dilakukan melalui kuesioner DASS-42 pada aplikasi yang memuat 42 pertanyaan terkait stres, kecemasan, dan depresi.

Sugiono menjelaskan sistem kerja aplikasi dibuat sesederhana mungkin agar mudah digunakan. Pengguna hanya perlu memakai smartwatch cosmo atau alat pendeteksi detak jantung selama sekitar tiga menit untuk melakukan tes HRV. Setelah itu, pengguna dapat mengisi kuesioner singkat di aplikasi terkait kondisi sehari-hari. 

“Pengukuran HRV hanya membutuhkan waktu sekitar tiga menit, sedangkan kuesioner dapat diisi kapan saja melalui aplikasi. Jadi sistem ini dapat memberikan gambaran kondisi mental yang lebih menyeluruh,” ujar Sugiono.

Beberapa contoh pertanyaan DASS-42 dalam aplikasi di antaranya seperti “Apakah Anda mudah marah karena hal-hal kecil?”, “Apakah Anda sulit bersantai?”, “Apakah tidur Anda nyaman?”, hingga “Apakah Anda merasa pesimis atau sedih?”. Pertanyaan tersebut dibuat singkat dan sederhana agar mudah dipahami pengguna awam.

Untuk yang di layar pengukuran subjektifnya dengan instrumen DASS-42

Setelah pengguna menyelesaikan tes, aplikasi akan menampilkan skor kondisi mental beserta grafik perkembangan stres, kecemasan, dan depresi. Seluruh data akan otomatis tersimpan dalam sistem sehingga perusahaan dapat memantau kondisi pekerja dari waktu ke waktu melalui website manajemen yang telah disediakan.

Saat ini, Mind Matrix telah bekerja sama dengan PT Jatim Autocomp Indonesia (PT JAI) sebagai mitra implementasi awal. Sistem yang dikembangkan telah dipersonalisasi sesuai kebutuhan perusahaan dan diuji coba pada sejumlah sampel pekerja.

Athallah Farrel Asyarif mahasiswa teknik industri sekaligus salah satu tim pengembang berharap aplikasi ini dapat terhubung dengan lebih banyak perangkat wearable seperti Apple Watch, Samsung, maupun Huawei agar lebih mudah digunakan secara luas ke depannya.

Selain itu, tim sedang mengembangkan integrasi berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk membantu menganalisis hasil HRV dan DASS-42 secara bersamaan. Saat ini, interpretasi hasil masih memerlukan bantuan tenaga profesional seperti dokter atau psikolog.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
  • Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia
    Preview komentar:
    Terima kasih atas liputan yang mendalam ini; sangat ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

5 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Ekonomi
Kabar Baik! Rupiah Menguat ...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.