Kaltim Lumbung Energi, Tapi 72 Desa Masih Belum Teraliri Listrik PLN
📅 Selasa, 15 Sep 2026, 13:07 WIB | Oleh: Tim PenulisSamarinda - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud menargetkan seluruh desa di wilayahnya teraliri listrik PT PLN (Persero) 100 persen pada akhir 2027, atau dua tahun lebih cepat dibandingkan target nasional.
Rudy di Samarinda, Selasa (15/9), mengatakan Kaltim memiliki total 1.038 desa. Dari jumlah tersebut, saat ini masih terdapat 72 desa yang belum tersambung aliran listrik PLN.
Sebanyak 72 desa tersebut tersebar di Kabupaten Paser empat desa, Kutai Barat 21 desa, Berau 21 desa, Mahakam Ulu 11 desa, Kutai Kartanegara delapan desa, dan Kutai Timur 13 desa.
"Kami harus memastikan semua rakyat Kaltim menikmati akses listrik PLN. Karena itu, mari kita kawal bersama agar pada 2027 seluruh desa di Kaltim sudah 100 persen berlistrik PLN," kata Rudy seusai mengikuti rapat koordinasi percepatan pembangunan jaringan listrik PLN bersama Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Di hadapan Plt. Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno, Rudy mengatakan Kaltim merupakan salah satu daerah penghasil minyak, gas, dan batu bara terbesar di Indonesia.
Namun, hingga kini masih terdapat desa yang belum menikmati aliran listrik PLN.
"Kaltim ini lumbungnya energi, tapi belum semua masyarakat menikmati listrik. Bukan hanya teraliri, tapi juga harus andal. Tidak seperti hari ini, listrik gantian hidup, bukan gantian mati," kata Rudy.
Menurut dia, kondisi listrik yang tidak stabil tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat berdampak terhadap iklim investasi. Pelaksanaan proyek investasi, kata dia, akan sangat terganggu apabila pasokan listrik tidak andal.
Ia menambahkan listrik merupakan kebutuhan penting untuk menunjang aktivitas masyarakat sekaligus mendorong gairah investasi di Kaltim.
109 Desa Belum Berlistrik pada 2025
Rudy menjelaskan pada akhir 2025, dari 1.038 desa/kelurahan di Kaltim, masih terdapat 109 desa yang belum teraliri listrik PLN.
Kebutuhan jaringan antardesa dan antardusun yang belum teraliri listrik PLN saat itu mencapai sekitar 926,55 kilometer sirkuit (kms), dengan sebanyak 58.725 kepala keluarga (KK) belum menikmati layanan listrik PLN.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemprov Kaltim melakukan intervensi melalui Program Pra-PLN pada 2025. Salah satunya melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Alat Penyalur Daya Listrik (Apdal) di 13 desa tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Tahun 2025 kita juga melakukan perluasan jaringan listrik antardusun di 16 desa untuk menerangi 1.600 rumah dan 1.803 kepala keluarga, dengan panjang SUTR 43.157 meter, SUTM 26.879 meter, serta 28 unit trafo," kata Rudy.
Upaya tersebut, kata dia, masih berlanjut. Pada semester I 2026, Pemprov Kaltim meminta Dirjen Ketenagalistrikan menyambungkan listrik ke 37 desa non-PLN.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!