Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tanggapi Situasi di Selat Hormuz, Para Menlu Asean Tegaskan Kebebasan Navigasi sesuai UNCLOS 1982

📅 Selasa, 21 Jul 2026, 14:58 WIB | Oleh:
Tanggapi Situasi di Selat Hormuz, Para Menlu Asean Tegaskan Kebebasan Navigasi sesuai UNCLOS 1982 Doc: antara foto
Ket. Filipina memimpin keketuaan Asean pada tahun 2026 dan mengusung tema “Navigating Our Future, Together”, serta menyelenggarakan Pertemuan Para Menteri Luar Negeri Asean (Asean Foreign Ministers’ Meeting/AMM) ke-59 di Manila, Selasa.

MANILA - Para menteri luar negeri (Menlu) Asean menegaskan pentingnya menjaga keselamatan dan keamanan maritim, serta menjunjung kebebasan navigasi di selat yang digunakan untuk navigasi internasional, khususnya Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) 1982.

Hal itu disampaikan dalam pernyataan para Menteri Luar Negeri Asean tentang Situasi yang Berkembang di Timur Tengah, Selasa (21/7).

“Kami menyatakan keprihatinan mendalam atas setiap tindakan diskriminatif atau sepihak yang dapat menghambat atau merintangi kapal yang melewati Selat Hormuz, atau selat mana pun yang digunakan untuk navigasi internasional, yang tidak sesuai dengan hukum internasional, sebagaimana tercermin dalam UNCLOS 1982,” mengutip pernyataan itu.

Pernyataan itu juga menyerukan pemulihan jalur pelayaran dan penerbangan yang aman, bebas hambatan, dan berkelanjutan di Selat Hormuz sesuai UNCLOS 1982, serta mendesak semua pihak untuk menjamin keselamatan pelaut dan kapal sesuai dengan Konvensi Internasional tentang Keselamatan Jiwa di Laut (SOLAS).

“Asean juga mengakui komitmen kolektif Organisasi Maritim Internasional untuk memastikan pelindungan dan peningkatan keselamatan dan kesejahteraan pelaut di kawasan ini,” menurut pernyataan itu.

Pernyataan tersebut mendesak semua pihak menahan diri dan menghindari eskalasi, serta menekankan pentingnya menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan melalui penghormatan terhadap hukum internasional, dialog, diplomasi, dan penghentian segera seluruh permusuhan di Timur Tengah.

Selain itu, pernyataan itu juga menegaskan kewajiban setiap negara untuk menyelesaikan sengketa secara damai, menghormati kedaulatan dan integritas teritorial, melindungi warga sipil serta infrastruktur sipil, dan menjamin keselamatan personel kemanusiaan dan personel PBB sesuai hukum internasional, Piagam PBB, dan resolusi Dewan Keamanan PBB.

Filipina memimpin keketuaan Asean pada tahun 2026 dan mengusung tema “Navigating Our Future, Together”, serta menyelenggarakan Pertemuan Para Menteri Luar Negeri Asean (Asean Foreign Ministers’ Meeting/AMM) ke-59 di Manila, Selasa.

Pertemuan di Manila akan berlangsung hingga 24 Juli, dan mencakup pertemuan dengan mitra dialog Asean, Asean Plus Three, KTT Asia Timur, dan Forum Regional Asean, yang mempertemukan kekuatan-kekuatan besar termasuk AS, Tiongkok, Rusia, Jepang, India, dan Uni Eropa untuk membahas tantangan keamanan regional dan global.

Pada 18 Juni, Washington dan Teheran menandatangani memorandum yang mengatur pengakhiran konflik yang dimulai pada 28 Februari. Namun, sejak 8 Juli, pasukan AS telah melakukan beberapa rangkaian serangan terhadap Iran.

Komando Pusat AS mengeklaim serangan tersebut sebagai tanggapan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Pasukan Iran membalas dengan serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemeriksaan Kondisi Lapanga...
Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...
Megapolitan
BlokM Terus Dibenahi, Pelet...
Megapolitan
Harus Dipersiapkan Sejak Di...
Daerah
Sumsel United Siap Menghada...
Luar Negeri
Trump Minta Eropa Lepaskan ...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.