Ketika Musim Hujan Telat Datang, Bukan Persoalan Kapan Hujan Turun, Tapi Seberapa Siap Kota Menunggu
📅 Senin, 14 Sep 2026, 18:24 WIB | Oleh: OpikKesiapsiagaan harus dipandang sebagai sebuah investasi. Upaya mencegah kebakaran, menjaga ketersediaan air, dan melindungi kesehatan masyarakat jauh lebih terukur dan efisien daripada menanggung biaya pemulihan setelah krisis terjadi.
Surabaya memiliki modal kelembagaan yang kuat, seperti BPBD, perangkat kewilayahan, fasilitas kesehatan, jaringan komunikasi publik, hingga dukungan data meteorologi. Tantangan utamanya adalah memastikan seluruh unsur tersebut bekerja terintegrasi dalam satu pola berbasis data yang diperbarui secara berkala.
Surabaya memang tidak dapat menentukan kapan hujan turun. Namun, kota ini dapat menentukan seberapa siap warganya menghadapi musim kemarau, seberapa bijak air dimanfaatkan, seberapa cepat potensi api dicegah, dan seberapa tangguh sistem publik bekerja.
Menunggu hujan bukan berarti menunggu tanpa tindakan. Justru dalam masa kering, ketangguhan kota dibangun sedikit demi sedikit melalui air yang dihemat, lingkungan yang dijaga, sumber api yang dicegah, dan informasi cuaca yang diterjemahkan menjadi keputusan. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!