Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkatkan Nilai Ekonomi, Nelayan Perempuan Bajo Torsiaje Olah Gurita Jadi Aneka Produk Pangan

📅 Sabtu, 12 Sep 2026, 21:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tingkatkan Nilai Ekonomi, Nelayan Perempuan Bajo Torsiaje Olah Gurita Jadi Aneka Produk Pangan Doc: ANTARA
Ket. Sri Dewi Karim Nagi, pendamping kelompok dari japesda saat sedang menunjukkan produk olahan hasil laut produksi kelompok nelayan perempuan, Torsiaje, Gorontalo.

GORONTALO – Kelompok nelayan perempuan Sipakullong di Torsiaje, Gorontalo, mengolah hasil tangkapan gurita menjadi sambal dan camilan stik gurita untuk meningkatkan nilai ekonomi dari hasil laut.

Sipakullong yang dalam bahasa Bajo berarti saling merangkul merupakan kelompok nelayan perempuan yang dibentuk melalui proses pendampingan Jaringan Pengelolaan Sumber Daya Alam (Japesda) bersama masyarakat setempat.

Salah seorang pendamping dari Japesda, Sri Dewi Karim Nagi, mengatakan kelompok tersebut mengembangkan sejumlah produk berbahan dasar gurita, mulai dari sambal hingga stik gurita yang menjadi camilan ringan.

"Kami menjual sambal gurita sama stik gurita. Ada dua varian, original sama balado," kata Dewi di Gorontalo, Sabtu (12/9).

Ia menjelaskan pengembangan olahan gurita dilakukan untuk memberikan nilai tambah terhadap hasil tangkapan nelayan yang sebelumnya lebih banyak dijual dalam kondisi mentah.

Kelompok Sipakullong mulai mengembangkan produk olahan gurita sejak 2022. Pada tahap awal, kelompok mencoba membuat bakso gurita, namun produk tersebut belum banyak diminati karena masyarakat lebih familiar dengan bakso berbahan daging dan ikan.

"Kita mulai dari bakso gurita, cuma memang waktu itu gurita kurang peminat. Mungkin karena masyarakat lebih mengenal mengonsumsi bakso daging sama bakso ikan," ujarnya.

Kelompok kemudian mengembangkan produk sambal dan stik gurita. Produk tersebut kini dipasarkan di Gorontalo dan telah diperkenalkan dalam kegiatan pameran di luar daerah, termasuk di Sorong dan Bali.

Menurut Dewi, pengolahan juga menjadi pilihan untuk memanfaatkan hasil tangkapan gurita yang mengalami kerusakan fisik akibat proses penangkapan secara tradisional.

Gurita yang bagian tubuhnya terputus atau mengalami kerusakan memiliki harga jual lebih rendah di pasar lokal. Melalui pengolahan, hasil tangkapan tersebut dapat dimanfaatkan menjadi produk dengan nilai jual yang lebih tinggi.

"Kalau nelayan itu biasanya menangkapnya masih tradisional, ada yang cacat, misalkan ada yang tiga atau dua yang putus, itu akan dihargai lokal jadi lebih murah. Kita coba manfaatkan yang lokal tadi diolah menjadi produk dan nilainya cukup tinggi dibanding kita jual mentah," katanya.

Selain mengolah gurita, kelompok Sipakullong juga mengembangkan olahan hasil laut lainnya, seperti ikan garam, sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan.

Pendampingan terhadap kelompok juga mencakup edukasi mengenai pemanfaatan sumber daya gurita secara berkelanjutan. Nelayan didorong untuk tidak menangkap gurita yang masih berukuran terlalu kecil agar memiliki kesempatan tumbuh sebelum ditangkap.

Dewi mengatakan gurita memiliki pertumbuhan yang relatif cepat sehingga nelayan perlu bersabar untuk menangkapnya ketika telah mencapai ukuran yang lebih besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.