Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

📅 Sabtu, 12 Sep 2026, 20:40 WIB | Oleh:
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen Doc: Istimewa
Ket. Kebijakan Departemen Perdangan AS ini menjadi bagian dari perselisihan perdagangan panel surya yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. AS sebelumnya telah memberlakukan bea antidumping dan antisubsidi terhadap produk surya dari Tiongkok sejak 2012.

WASHINGTON DC - Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) pada Jumat (11/9), menetapkan keputusan akhir dalam penyelidikan perdagangan terhadap impor sel dan modul fotovoltaik silikon kristal dari India, Indonesia, dan Laos.

Dalam keputusan tersebut, AS menyatakan produsen dari ketiga negara melakukan praktik dumping dengan menjual produk tenaga surya di pasar AS di bawah nilai wajar. Pemerintah AS juga menemukan adanya manfaat subsidi yang dinilai merugikan industri manufaktur tenaga surya domestik.

Dilansir PV Magazine, bagi Indonesia, departemen tersebut menetapkan margin antidumping sebesar 94,36 persen untuk seluruh produsen. Selain itu, eksportir Indonesia dikenai bea masuk penyeimbang atau countervailing duty dengan kisaran 73,2 persen hingga 173,7 persen, bergantung pada produsen.

Tarif yang ditetapkan untuk Indonesia menjadi salah satu yang tertinggi dibandingkan negara lain yang masuk dalam penyelidikan tersebut.

Untuk India, Departemen Perdagangan AS menetapkan margin dumping sebesar 123,04 persen untuk seluruh produsen, ditambah bea masuk penyeimbang sebesar 126,09 persen.

Sementara untuk Laos, margin dumping ditetapkan sebesar 65,43 persen untuk seluruh eksportir. Negara tersebut juga dikenai bea masuk penyeimbang antara 82,03 persen hingga 153,67 persen.

Keputusan tersebut merupakan bagian dari perkara perdagangan yang dikenal sebagai Solar IV, yang diajukan oleh Alliance for American Solar Manufacturing and Trade. Koalisi tersebut mencakup sejumlah produsen panel surya AS, termasuk First Solar, Hanwha Qcells USA, dan Mission Solar Energy.

Ketua bersama Praktik Perdagangan Internasional Wiley sekaligus penasihat utama koalisi, Tim Brightbill, mengatakan industri manufaktur tenaga surya AS tengah mengalami peningkatan kapasitas produksi.

Menurutnya, kapasitas produksi modul domestik AS telah meningkat lebih dari 750 persen sejak 2022. Namun, perkembangan tersebut dinilai terancam oleh impor dari India, Indonesia, dan Laos yang dianggap masuk ke pasar AS melalui praktik dumping dan subsidi.

“Keputusan akhir hari ini merupakan langkah penting menuju penegakan hukum perdagangan kita dan memulihkan persaingan yang adil bagi produsen tenaga surya AS dan para pekerja yang mereka pekerjakan,” kata Brightbill.

Berlaku di tengah perubahan pasar

Keputusan Solar IV muncul ketika rantai pasok industri tenaga surya AS telah mengalami perubahan.

Pengadaan sel untuk perakitan modul di AS disebut mulai bergeser dari negara-negara yang menjadi sasaran penyelidikan. Pemasok dari Korea Selatan dan Filipina kini menjadi salah satu sumber utama, sementara sejumlah pusat manufaktur baru di Afrika, termasuk Kenya, Nigeria, dan Ethiopia, mulai berkembang.

Di sisi lain, produsen Korea Selatan juga menghadapi hambatan perdagangan setelah adanya petisi terpisah dari koalisi American Manufacturers for Energy Resilience.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Olahraga
Kalah dari Persija, Pelatih...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.