Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pramono Targetkan Stunting Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam Dua Tahun

📅 Jumat, 11 Sep 2026, 16:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pramono Targetkan Stunting Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam Dua Tahun Doc: Antara
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat dijumpai di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (10/9).

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan prevalensi stunting atau tengkes di Jakarta turun dari sekitar 17 persen menjadi 14 persen dalam dua tahun ke depan, atau setara dengan target nasional.

"Hal yang berkaitan dengan stunting yang sekarang average-nya kurang lebih atau rata-ratanya 17 persen, dalam dua tahun ke depan kita bisa turunkan sama dengan stunting nasional yaitu 14 persen," ujar Pramono saat menghadiri Jambore Kader Posyandu Bidang Kesehatan Tingkat Provinsi DKI Jakarta 2026 di Jakarta Pusat, Jumat (11/9).

Pramono mengatakan penurunan angka stunting tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk kader Posyandu yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Menurut dia, persoalan stunting memiliki faktor yang kompleks dan saling berkaitan. Karena itu, kader Posyandu diharapkan turut membantu pemerintah dalam menjaga kesehatan ibu dan anak serta mendukung upaya pencapaian target tersebut.

Pramono menilai peran Posyandu kini semakin luas dan tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak. Posyandu juga diharapkan menjadi bagian dari upaya peningkatan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Saat ini terdapat sekitar 4.469 Posyandu di Jakarta. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.148 Posyandu atau 70 persen telah menerapkan konsep Smart Posyandu.

"Kalau ini mau berubah dan ini dijalankan dengan baik, maka terus terang hal yang berkaitan dengan penanganan Posyandu dan Posyandu itu tidak hanya semata-mata kesehatan ibu dan anak, sekarang sudah menjadi kelembagaan di tingkat bawah untuk bagaimana hal secara menyeluruh tentang kesehatan itu bisa diperankan oleh Posyandu," katanya.

Sebelumnya, Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi DKI Jakarta Hani Pramono menyatakan kesiapan untuk mentransformasi Posyandu menjadi pusat pelayanan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Hani mengatakan Posyandu tidak lagi sekadar menjadi tempat pemeriksaan kesehatan, tetapi juga pusat pembelajaran keluarga sehat, pemantauan tumbuh kembang anak, serta pusat gerakan hidup sehat masyarakat yang terintegrasi.

"Saya mengajak seluruh kader untuk menyatukan visi bersama, menjaga kekompakan, meningkatkan kapasitas profesionalitas agar manfaat Posyandu benar-benar dirasakan masyarakat," ujar Hani dalam keterangannya di Jakarta.

Penguatan peran Posyandu tersebut sejalan dengan kebijakan Pemprov DKI yang menempatkan Smart Posyandu sebagai salah satu bagian dari rencana aksi percepatan penurunan stunting. Program tersebut mencakup pemantauan balita bermasalah gizi, pendampingan keluarga, penguatan pencatatan dan pelaporan, serta intervensi bagi ibu hamil dan balita berisiko.

Dengan penguatan fungsi tersebut, Posyandu diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam mendeteksi persoalan kesehatan sejak dini sekaligus memperkuat edukasi kepada keluarga, terutama terkait kesehatan ibu, bayi, dan balita.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Megapolitan
Pemugaran Rumah Raden Saleh...
Ekonomi
Indeks keyakinan konsumen A...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.