Ketombe Kambuh Saat Pakai Hijab atau Helm Seharian? Ini yang Terjadi pada Kulit Kepala
📅 Jumat, 11 Sep 2026, 14:20 WIB | Oleh: Tim PenulisPenelitian yang dipimpin Prof. Dr. dr. Sandra Widaty, Sp.D.V.E., Subsp.D.T., FINSDV, FAADV bersama tim dermatologi FKUI–RSCM dan dipublikasikan dalam Scientific Reports pada 2023 menemukan adanya perbedaan komposisi scalp microbiome antara perempuan sehat pengguna hijab dan non-hijab.
Pada kelompok pengguna hijab, Malassezia restricta dan Staphylococcus capitis lebih umum ditemukan dibandingkan kelompok non-hijab. Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi scalp pada covered-hair environment dapat memiliki karakteristik microbiome yang berbeda. Namun, hasil tersebut tidak berarti hijab menyebabkan ketombe atau masalah kulit kepala. Studi ini bersifat cross-sectional sehingga menunjukkan adanya perbedaan pola microbiome, bukan hubungan sebab-akibat langsung.
Penelitian Prof. Sandra secara khusus mempelajari penggunaan hijab. Karena itu, temuannya tidak dapat langsung digeneralisasi untuk penggunaan helm. Pada pengguna helm, faktor seperti panas, keringat, kelembapan, gesekan, serta kebersihan bagian dalam helm tetap menjadi hal yang relevan untuk diperhatikan dalam rutinitas sehari-hari.
Ketika yang terus kembali adalah ketombe dan gatal, membersihkan saja belum tentu cukup
Setelah beraktivitas seharian, kulit kepala yang sangat berminyak atau penuh residu memang perlu dibersihkan. Namun, ketika masalah yang terus muncul adalah ketombe, flakes, dan rasa gatal, pemilihan shampoo perlu mempertimbangkan bahan aktif yang memang ditujukan untuk masalah ketombe.
Salah satunya adalah Piroctone Olamine.
Pada Dermascalp Expert Dandruff Relief Shampoo, Piroctone Olamine membantu mengontrol Malassezia dan sebum berlebih yang berkaitan dengan ketombe.
Formula tersebut dipadukan dengan Biomimetic ScalpTech™ powered by Molecular Amino. Molecular Amino meniru Natural Moisturizing Factors (NMF) yang secara alami terdapat pada kulit kepala untuk membantu mengurangi dry flakes, mempertahankan hidrasi, serta mendukung kondisi microbial barrier kulit kepala.
Kombinasi tersebut ditujukan pada dua kebutuhan yang sering muncul bersamaan pada kulit kepala yang rentan berketombe: membantu mengontrol faktor yang berkaitan dengan ketombe sekaligus menjaga kondisi kulit kepala tetap terhidrasi.
Dalam pengujian produk, Dermascalp Expert Dandruff Relief Shampoo teruji mengurangi ketombe hingga 92% setelah 14 hari. Selain itu, 90% merasa rasa gatal pada kulit kepala berkurang setelah satu kali penggunaan.
Apa yang sebaiknya dilakukan setelah seharian menggunakan hijab atau helm?
Perawatannya tidak perlu rumit. Hal yang paling penting adalah mencegah keringat, minyak, kelembapan, dan residu bertahan terlalu lama pada kulit kepala.
Pastikan rambut dan kulit kepala cukup kering sebelum kembali menggunakan hijab atau helm dalam waktu lama. Inner hijab dan bagian dalam helm yang rutin bersentuhan dengan rambut serta kulit kepala juga perlu dibersihkan dan dikeringkan secara berkala.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!