Ketombe Kambuh Saat Pakai Hijab atau Helm Seharian? Ini yang Terjadi pada Kulit Kepala
📅 Jumat, 11 Sep 2026, 14:20 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA - Berangkat kerja menggunakan helm, bekerja seharian dengan hijab, lalu berpindah antara cuaca panas, perjalanan outdoor, dan ruangan ber-AC. Bagi banyak masyarakat Indonesia, mobilitas seperti ini sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
Namun, di penghujung hari, sebagian orang mulai merasakan kulit kepala lebih lembap, cepat berminyak, gatal, atau melihat flakes kembali muncul.
Yang perlu diperhatikan bukan penggunaan hijab atau helm itu sendiri, melainkan perubahan kondisi kulit kepala selama tertutup dalam waktu lama. Keringat dapat bercampur dengan sebum, debu, polusi, serta residu produk rambut. Pada kulit kepala yang memang rentan berketombe, kombinasi tersebut dapat membuat keluhan menjadi lebih terasa.
Menurut dr. Ardhiah Iswanda Putri, Sp.D.V.E., M.Ked.Klin, Dermatologist sekaligus Dermascalp Expert Trichologist Board, kondisi kulit kepala dapat berubah mengikuti aktivitas dan lingkungan yang dihadapi sepanjang hari.
“Kulit kepala adalah lingkungan yang dinamis. Kondisinya dapat berubah mengikuti aktivitas, cuaca, keringat, polusi, dan produk yang digunakan.”
Karena itu, perawatan kulit kepala sebaiknya tidak hanya ditentukan oleh berapa lama seseorang menggunakan hijab atau helm, tetapi juga oleh apa yang terjadi pada kulit kepala setelah menjalani aktivitas tersebut.
Mengapa ketombe bisa lebih terasa saat kulit kepala tertutup seharian?
Ketombe merupakan kondisi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Produksi sebum, keberadaan Malassezia, kondisi microbiome, hingga scalp barrier dapat saling berperan.
Saat tubuh menghadapi suhu tinggi atau aktivitas meningkat, produksi keringat ikut bertambah. Ketika kulit kepala berada dalam kondisi tertutup, kelembapan dapat bertahan lebih lama. Keringat kemudian bercampur dengan minyak alami kulit kepala, debu, polusi, dan residu produk rambut.
Pada kulit kepala yang rentan berketombe, lingkungan yang lebih lembap dan berminyak dapat membuat gatal dan flakes lebih terasa.
“Ketombe yang terlihat di permukaan bisa menjadi tanda dari kondisi scalp yang belum seimbang. Karena itu, kita tidak hanya melihat flakes-nya, tetapi juga lingkungan tempat masalah itu muncul,” jelas dr. Ardhiah.
Artinya, ketika ketombe terus kembali, perawatan tidak cukup hanya berfokus pada flakes yang terlihat. Kondisi kulit kepala tempat masalah tersebut muncul juga perlu diperhatikan.
Penelitian di Indonesia menemukan perbedaan scalp microbiome pada pengguna hijab
Kondisi kulit kepala selama menggunakan hijab juga telah menjadi perhatian dalam penelitian dermatologi di Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!