Dinnakerin Banyumas Perluas Peluang Kerja bagi Pencari Kerja
📅 Jumat, 11 Sep 2026, 14:53 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Sumarwoto
PURWOKERTO -- Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinnakerin) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memperluas peluang kerja bagi pencari kerja melalui pelatihan keterampilan, bursa kerja, pemagangan ke luar negeri, dan fasilitasi penempatan pekerja migran Indonesia.
Kepala Dinnakerin Kabupaten Banyumas Wahyu Dewanto di Purwokerto, Banyumas, Jumat, mengatakan pelatihan secara berkelanjutan dilaksanakan melalui Balai Latihan Kerja (BLK), antara lain kejuruan menjahit, servis telepon seluler, tata rias, dan servis kendaraan bermotor.
Menurut dia, pelatihan tersebut didukung anggaran yang bersumber dari APBD, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), dan APBN.
"Secara umum, rata-rata sekitar 80 persen peserta pelatihan terserap di dunia kerja," katanya.
Menurut dia, pelatihan tersebut membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan teknis, dan kemampuan nonteknis atau sikap kerja.
Setelah memiliki kompetensi, peserta pelatihan diarahkan untuk bekerja pada pemberi kerja atau mengembangkan usaha secara mandiri.
Ia mengatakan upaya tersebut penting karena angkatan kerja di Banyumas mencapai kisaran 900 ribu orang, sedangkan sekitar 60 ribu orang masih menganggur berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Sebagai upaya untuk mempertemukan pencari kerja dan pemberi kerja, pihaknya menyediakan informasi lowongan melalui media sosial dan Sistem Informasi Manajemen Ketenagakerjaan (Simak Kerja) Banyumas.
Selain itu, pihaknya rutin menggelar bursa kerja. Dalam sejumlah kegiatan yang digelar pada 2025 dan 2026, sekitar 2.500 pencari kerja dilaporkan telah diterima bekerja.
"Kami terus melakukan berbagai upaya agar persoalan pengangguran di Banyumas dapat segera ditangani," katanya.
Pihaknya juga bekerja sama dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekitar 90 sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk memfasilitasi lulusan dan alumni memperoleh kesempatan kerja.
Di sisi lain, pihaknya memfasilitasi pemagangan ke Jepang melalui kerja sama dengan International Manpower Development Organization of Japan (IM Japan).
“Program magang sekitar tiga tahun itu berpotensi memberikan penghasilan hingga Rp15 juta-Rp20 juta per bulan,” katanya.
Pihaknya juga mendorong penempatan pekerja migran Indonesia melalui sekitar 12 perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!