Kasus Gigitan Hewan Pembawa Rabies Meningkat, Pemkab Dompu Perkuat Koordinasi Pencegahan.
📅 Jumat, 11 Sep 2026, 21:12 WIB | Oleh: Yebdi TrismarTerkait status KLB rabies di Dompu, Ilham mengatakan penetapan status tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menyebutkan lebih dari 1.000 ekor anjing telah mendapatkan vaksinasi rabies. Namun, pengendalian masih menghadapi kendala karena sebagian besar anjing yang menggigit warga merupakan anjing liar dan tidak bertuan.
"Yang menjadi masalah, anjing yang gigit warga selama ini rata-rata anjing liar, tidak bertuan," ujarnya.
Menurut Ilham, keberadaan anjing liar antara lain dipengaruhi kebiasaan sebagian warga yang memelihara anjing di lokasi perkebunan saat musim tanam jagung, tetapi tidak membawanya kembali ketika masa panen selesai.
"Setelah jagung dipanen, pemiliknya balik ke kampung, tapi anjingnya tidak dibawa untuk dipelihara, sehingga menjadi liar," katanya.
Karena itu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan terus mengedukasi masyarakat agar memelihara dan mengikat anjing sehingga vaksinasi dapat dilakukan secara rutin dan pengawasan lebih mudah.
Selain vaksinasi, kata Ilham, pihaknya meningkatkan koordinasi lintas sektor bersama camat, kepala desa, lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk memperkuat pengendalian anjing liar di wilayah masing-masing.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!