Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UNESCO Ingatkan Skor PISA RI Masih Rendah

📅 Rabu, 09 Sep 2026, 03:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
UNESCO Ingatkan Skor PISA RI Masih Rendah Doc: Antara
Ket. Ilustrasi: Sejumlah siswa membaca buku yang disediakan mobil perpustakaan keliling di SDN 03 Pontianak, Kalimantan Barat.

JAKARTA - Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) mengingatkan skor Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia masih rendah, meskipun 97 persen penduduk yang berusia 15 tahun ke atas sudah melek huruf.

Chief of Education UNESCO Regional Office for Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, the Philippines and Timor-Leste, and Liaison to ASEAN Santosh Khatri ­mengatakan kondisi literasi penduduk ­Indonesia telah mengalami kemajuan yang cukup besar ­dalam hal melek huruf dasar.

“Menurut statistik di Indonesia, hampir 97 persen dari penduduk berusia 15 tahun ke atas melek huruf pada tahun 2024,” kata Santosh Khatri dalam Peringatan Hari Aksara Internasional yang disiarkan secara daring melalui Youtube Kemendikdasmen di Jakarta Pusat pada Selasa (8/9).

Namun demikian ia mengingatkan indikator melek huruf tidak lantas memberikan gambaran lengkap mengenai tingkat literasi bangsa.

“Kita juga harus mempertimbangkan apakah seseorang memiliki keterampilan untuk memahami informasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, berpartisipasi dalam masyarakat, dan terus belajar ­sepanjang hidup mereka,” katanya.

Pada skor PISA misalnya, ia mengatakan rata-rata besaran skor kategori membaca murid-murid di Indonesia berkisar 359 poin. Jumlah ini, kata dia, masih di bawah nilai rata-rata OECD yakni sebesar 476 poin.

“Ini mengingatkan kita terkait kebutuhan mendesak untuk upaya meningkatkan pemahaman dan pengertian mendalam di kalangan pelajar, dimulai dari kelas-kelas awal,” ujarnya.

Sebagai informasi, PISA merupakan studi evaluasi mutu pendidikan global yang diselenggarakan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) untuk murid berusia 15 tahun.

Membaca dan Sains

Terpisah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan adanya tren kenaikan pada skor literasi membaca dan sains Indonesia pada Programme for International Student Assessment (PISA) 2025.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin mengatakan hasil skor PISA tersebut menunjukkan kebijakan Kemendikdasmen sudah berada pada arah yang tepat, khususnya pada sisi pengayaan kompetensi guru dan penguatan literasi.

“Keberhasilan kita bukan naiknya posisi Indonesia dalam peringkat PISA, melainkan semakin naiknya kemampuan murid kita dalam bernalar, memecahkan masalah, dan belajar sepanjang hayat,” kata Toni dalam Temu Media Perilisan dan Tindak Lanjut Hasil PISA 2025 di Gedung E Kemendikdasmen, Jakarta Pusat pada Selasa.

Di tengah tren skor sains, membaca, dan matematika negara-negara OECD yang menurun selama 25 tahun terakhir, ia mengatakan performa pendidikan Indonesia relatif stabil, bahkan Indonesia naik di literasi dan sains.

Pihaknya melaporkan adanya kenaikan pada dua domain utama PISA 2025, yakni domain literasi sains yang naik 6 poin dari 383 pada PISA 2022 menjadi 389 serta domain literasi membaca yang juga naik 6 poin, dari 359 menjadi 365 poin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Ekonomi
Rupiah Hari Ini Tertekan, T...
Megapolitan
Hari Ini Jakarta Dipenuhi U...
Advertisement
Bertarung  Gagah Perkasa Jatuh Bangun, Leo/Daniel Persembahkan Medali Emas Ganda Putra Bulu Tangkis

Bertarung Gagah Perkasa Jatuh Bangun, Leo/Daniel Persembahkan Medali Emas Ganda Putra Bulu Tangkis

29 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.