Pesan Terakhir Pukul 15.04, Ini Kronologi dan Update Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda
📅 Rabu, 09 Sep 2026, 00:06 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Putra M. Akbar
JAKARTA - Kantor SAR Banten mengerahkan tiga armada kapal utama dan memperluas wilayah penyisiran untuk mencari rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten, saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Rizky Dwianto mengatakan unsur yang dikerahkan dalam pencarian hari pertama meliputi Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Kantor SAR Banten, kapal KN SAR Tetuka, serta RIB Kantor SAR Lampung.
“Untuk alut laut yang kita gunakan ada dua kapal speedboat, kemudian RIB 02 milik Kantor SAR Banten, kemudian KN SAR Tetuka, kemudian RIB Kantor SAR Lampung,” kata Rizky dalam keterangan visual dipantau di Jakarta, Selasa.
Selain mengerahkan armada laut, Basarnas berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi kemungkinan kapal yang membawa rombongan tersebut bersandar di pulau-pulau kecil atau dermaga yang tidak terpantau posko SAR gabungan.
Basarnas juga akan melibatkan nelayan di sekitar wilayah pencarian dengan menyebarkan informasi mengenai rombongan yang hilang kontak sehingga dapat membantu memperluas pemantauan.
“Ya, pastinya seperti itu. Kita juga akan menyebarkan informasi ke nelayan-nelayan yang nantinya bisa menjadi tambahan kekuatan untuk kami tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian,” ujar dia.
Rizky mengatakan kondisi perairan menjadi salah satu kendala utama dalam pencarian. Berdasarkan informasi BMKG, angin di wilayah tersebut cukup kencang dengan gelombang sekitar 1-2 meter.
Pada pencarian terakhir hingga pukul 22.00 WIB, KN SAR Tetuka masih melakukan penyisiran sebelum akhirnya bersandar di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, karena kondisi perairan kurang bersahabat dan jarak pandang terbatas.
“Untuk situasi perairan di sana cukup kurang bersahabat, kemudian untuk jarak pandang juga terbatas, sehingga untuk efektif dan efisiennya pelaksanaan operasi sangat terkendala,” katanya.
Rizky mengatakan pencarian akan kembali dilaksanakan pada Rabu (9/9) pukul 07.00 WIB. Kekuatan pencarian juga mendapat tambahan dari TNI Angkatan Laut melalui kapal KAL Anyer.
Di sisi lain, dampak erupsi Gunung Anak Krakatau turut menjadi pertimbangan keselamatan dalam operasi. Abu vulkanik yang masih menyebar dapat membahayakan penerbangan sehingga penggunaan alat utama udara belum dapat dilakukan secara optimal.
“Itu merupakan kendala yang saat ini kita hadapi juga, kalau kita melaksanakan pencarian dengan menggunakan alut udara, karena saat ini, ya untuk erupsi Gunung Anak Krakatau masih terjadi dan abu vulkanik itu masih menyebar, sehingga itu bisa berisiko untuk alut udara tersebut,” ujar dia.
Menurut Rizky, pencarian melalui udara tetap dapat menjadi alternatif apabila kondisi lapangan memungkinkan.
Berdasarkan laporan Kantor SAR Banten, kapal speedboat yang membawa rombongan jurnalis tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!