Pemerintah Didorong Percepat Konversi PLTU Menjadi PLTS
📅 Rabu, 09 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Ketergantungan listrik kita sekitar lebih dari 60 persen terhadap PLTU membuat ketersediaan listrik kita rentan karena harus menyesuaikan ketersediaan pasokan batu bara," ujar Dwi.
Dwi meminta pemerintah tidak mempertahankan PLTU yang bermasalah apabila tersedia alternatif pembangkit energi bersih. Menurut dia, pembangunan PLTS perlu berjalan beriringan dengan pensiun dini PLTU agar tidak menimbulkan kelebihan pasokan maupun aset terlantar.
"Pengembangan PLTS harus diimbangi dengan pensiun dini PLTU agar Indonesia tidak mengulang kejadian kelebihan pasokan beberapa tahun silam, sekaligus memastikan proyek 100 GW terealisasi dan tidak berpotensi menjadi aset terlantar (stranded asset) yang menimbulkan kerugian negara," ujarnya.
Ia juga mendorong pengurangan ketergantungan terhadap PLTU batu bara dimasukkan secara konsisten dalam revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 PLN. Dari tambahan PLTU sebesar 6,3 GW dalam RUPTL tersebut, sejumlah proyek disebut mengalami kendala.
PLN mengakui terdapat 34 PLTU yang masuk kategori terkendala dalam RUPTL 2025-2034. Sebagian akan dihentikan, sedangkan lainnya dilanjutkan atau diganti dengan pembangkit berbahan bakar lain.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!