Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Drone Jet Russia Makin Canggih, Pertahanan Udara Ukraina Kewalahan Hadapi Serangan dari Langit

25 Rabu, 09 Sep 2026, 12:16 WIB | Oleh: Tim Penulis

Ukraina menuduh Russia melancarkan serangan tersebut untuk mengganggu kunjungan utusan Amerika Serikat Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Moskow dan Kyiv dalam upaya menghidupkan kembali perundingan damai yang terhenti.

Gelombang serangan membuat Kyiv beberapa kali nyaris lumpuh. Alarm serangan udara bahkan dapat berbunyi hingga belasan kali dalam sehari.

Ketika alarm berbunyi, banyak perusahaan dan institusi menghentikan aktivitas, sementara layanan metro dibatasi. Kondisi itu memicu kemacetan lalu lintas dan membuat warga berkumpul di jalanan.

Sejumlah sekolah yang baru kembali dari libur musim panas pekan lalu juga mengumumkan kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh.

Gangguan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi kota tersebut semakin besar sehingga pemerintah kota mengambil langkah yang jarang dilakukan dengan melonggarkan sejumlah protokol keamanan agar Kyiv, yang berpenduduk sekitar tiga juta orang, tetap dapat berfungsi.

Ukraina Butuh Enam Bulan

Pejabat Kyiv mendapat kritik karena dinilai gagal mengantisipasi ancaman drone bertenaga jet tersebut.

Para analis mengatakan Russia telah memproduksi drone bertenaga jet selama sekitar 18 bulan dan kini mampu memproduksi sekitar 3.000 unit setiap bulan.

“Russia memiliki jendela peluang dengan drone jet ini,” kata blogger Ukraina Nikolaevsky Vaniok, yang dekat dengan komunitas pertahanan udara Ukraina dan memiliki lebih dari 2,6 juta pengikut di Telegram.

Menghadapi ancaman tersebut, Zelensky pekan lalu mengumpulkan kabinet militernya untuk mempercepat produksi drone pencegat yang memiliki kecepatan lebih tinggi.

Ia mengatakan prototipe telah tersedia dan pengembangan terus dilakukan “untuk membawa senjata baru ini ke tingkat efektivitas yang diperlukan”.

Salah satu perusahaan persenjataan besar Ukraina yang memproduksi drone pencegat untuk menghadapi drone konvensional mengatakan kepada AFP bahwa mereka “secara aktif mengerjakan solusi” untuk menghadapi ancaman baru tersebut.

Namun, Zgurets yang juga kepala pusat analisis Defense Express menilai Ukraina membutuhkan respons yang lebih kompleks, bukan hanya meningkatkan kemampuan drone pencegat.

Menurut dia, respons yang lebih menyeluruh harus menggabungkan kekuatan penerbangan, sistem rudal permukaan-ke-udara, perang elektronik, serta serangan yang lebih banyak terhadap lokasi peluncuran dan fasilitas produksi drone di dalam wilayah Russia.

“Russia telah mendapatkan keunggulan dalam siklus teknologi ini,” kata Zgurets.

Ia memperingatkan Ukraina mungkin membutuhkan waktu hingga enam bulan untuk mengembangkan langkah penanggulangan yang efektif terhadap drone bertenaga jet Russia tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Kerawangan Papua Tengah Cuk...
Ekonomi
Di WCCE 2026, Kementerian E...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.