Generasi Milenial dan Gen Z: Mobilitas Karier Tinggi, Loyalitas Rendah di Dunia Kerja
📅 Senin, 27 Okt 2025, 10:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara Foto
Generasi Y atau milenial dan generasi Z kerap disebut sebagai generasi yang memiliki mobilitas karier yang tinggi, tapi memiliki loyalitas yang rendah.
Generasi milenial merupakan generasi yang lahir pada rentang 1981 hingga 1996.
Sedangkan generasi Z merupakan generasi yang lahir pada 1997 hingga 2011.
Kedua generasi ini kini mendominasi komposisi angkatan kerja dan berperan dalam menjaga kesinambungan fungsi sumber daya manusia.
Sejumlah studi menunjukkan bahwa generasi Y dan generasi Z memiliki tingkat komitmen organisasi lebih rendah dibandingkan generasi sebelumnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kedua generasi tersebut tidak bisa diperlakukan dengan pola pendekatan sumber daya manusia (SDM) gaya lama. Generasi milenial dan generasi Z yang tumbuh pada era digital, melek akan teknologi, lebih fleksibel, memiliki kebebasan berekspresi dan membutuhkan lingkungan kerja yang mendukung kreativitas.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Atma Jaya (UAJ) Prof Dr Sylvia Diana Purba SE ME, mengatakan perlu adanya pendekatan baru agar kedua generasi itu betah di tempat kerja.
"Pendekatan manajemen sumber daya manusia perlu beradaptasi dengan kebutuhan mereka, seperti melalui penerapan kerja fleksibel atau hibrida," kata Sylvia di Jakarta, Ahad (26/10).
Sebaiknya Anda baca juga:
Penerapan sistem kerja yang fleksibel tersebut diyakini mampu meningkatkan kepuasan kerja dan memperkuat komitmen terhadap organisasi.
"Sistem kerja hibrida adalah model kerja yang menggabungkan kehadiran fisik di tempat kerja (on-site) dengan kerja jarak jauh (remote work), baik dari rumah maupun di lokasi lainnya," kata Sylvia yang baru dikukuhkan sebagai guru besar dengan orasi ilmiahnya berjudul “Menjaga Employee Sustainability: Implementasi Sistem Kerja Hibrida dalam Meningkatkan Komitmen Millenial dan Gen Z, Tantangan dan Peluang” tersebut.
Sistem kerja hibrida, lanjut dia, merupakan bagian dari praktik flexible working arrangements dalam manajemen sumber daya manusia modern, yang memungkinkan organisasi untuk menyesuaikan struktur kerja dengan kebutuhan bisnis dan preferensi karyawan sekaligus mengoptimalkan komitmen dan keterlibatan kerja.
Sylvia menjelaskan Gen Z menunjukkan komitmen paling rendah, tapi memiliki interaksi tinggi saat nilai pribadi selaras dengan organisasi, sementara milenial relatif lebih stabil dengan tuntutan makna kerja, fleksibilitas, dan kesejahteraan.
"Kondisi ini berbanding terbalik dengan generasi sebelum mereka yakni X dan baby boomers yang cenderung memiliki komitmen kuat dan loyalitas tinggi," tutur dia.
Kondisi tersebut dinilai berbahaya bagi kelangsungan organisasi. Hal itu dikarenakan rendahnya komitmen organisasi akan meningkatkan "turnover", biaya rekrutmen, pelatihan, serta menurunkan produktivitas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!