Vaksin Hewan RI Bidik Pasar Afrika, Ekspor Mulai Digenjot
📅 Kamis, 24 Sep 2026, 23:30 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong perluasan ekspor produk kesehatan hewan Indonesia ke pasar global setelah vaksin hewan produksi dalam negeri diekspor perdana ke empat negara Afrika dengan nilai mencapai 21,3 juta dolar AS.
"Ini merupakan pencapaian yang luar biasa dan Kementerian Pertanian tentu mendukung dan mengapresiasi upaya perluasan ekspor. Kita harus bisa bukan hanya memproduksi produk untuk kepentingan di dalam negeri tetapi juga bisa kita ekspor," ujar Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda saat pelepasan ekspor perdana vaksin hewan di Jakarta, Kamis (24/9).
Ekspor perdana tersebut menyasar Zambia, Kongo, Uganda, dan Malawi dengan mengirimkan 10 produk vaksin unggas untuk membantu pengendalian berbagai penyakit yang dapat mengganggu produktivitas peternakan.
Produk yang diekspor antara lain vaksin untuk penyakit Newcastle disease (ND), infectious bronchitis (IB), dan infectious bursal disease (IBD), serta sejumlah penyakit unggas lainnya.
Agung mengatakan perluasan ekspor tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat industri kesehatan hewan nasional sekaligus membuka akses pasar baru bagi produk dalam negeri.
Menurut dia, mayoritas produksi Vaksindo merupakan vaksin unggas, termasuk untuk penyakit avian influenza (AI), ND, dan IB. Indonesia saat ini juga telah mampu memenuhi kebutuhan vaksin AI dan ND dari produksi dalam negeri sehingga kapasitas produksi dapat diarahkan untuk mendukung pasar ekspor.
Ia mengatakan peluang perluasan pasar ekspor masih terbuka ke sejumlah negara lain. Namun, proses masuknya produk vaksin ke negara tujuan memerlukan pengajuan dokumen, evaluasi, hingga audit fasilitas produksi sesuai dengan persyaratan masing-masing negara.
Sebelum memasuki pasar Afrika, produk vaksin dan obat hewan produksi Vaksindo telah diekspor ke lebih dari 25 negara di Asia, Timur Tengah, dan Amerika Latin.
Agung menyebutkan Vaksindo saat ini telah mengekspor produknya ke 29 negara dan memproyeksikan nilai ekspor mencapai 26 juta dolar AS pada 2026. Ekspor perdana ke Afrika menjadi salah satu upaya untuk mencapai target tersebut.
Pemerintah juga menilai peningkatan ekspor obat hewan mencerminkan perkembangan kapasitas industri kesehatan hewan nasional. Nilai ekspor obat hewan Indonesia disebut meningkat sekitar 22 persen setiap tahun, sementara produk vaksin Indonesia secara keseluruhan telah menjangkau 95 negara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!