Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakar dari UI Ingatkan Publik Akan Bahaya Minuman Kekinian bagi Kesehatan

6 Sabtu, 26 Sep 2026, 14:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pakar dari UI Ingatkan Publik Akan Bahaya Minuman Kekinian bagi Kesehatan Pakar dari UI Ingatkan Publik Akan Bahaya Minuman Kekinian bagi Kesehatan Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi: minuman kekinian yang merebak di banyak tempat di Indonesia.

DEPOK – Pakar Universitas Indonesia (UI) dari Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Dr. Widyatuti mengimbau publik agar lebih bijak dalam menyikapi gaya hidup minuman kekinian yang membahayakan kesehatan.

Dr. Widyatuti yang juga Ketua Klaster Family and Community Empowerment FIK UI di Depok, Jumat (25/9), menjelaskan kombinasi tinggi gula, krimer olahan, pemanis tambahan, serta basis teh pekat dalam porsi artisan milk tea (teh susu) berpotensi memicu gangguan metabolisme serius.

"Dampak negatif tersebut meliputi obesitas, resistensi insulin yang berujung pada diabetes melitus tipe 2, hingga gangguan sistem kardiovaskular," katanya.

Ancaman ini tidak dapat dipandang sebelah mata mengingat posisi Indonesia yang saat ini berada di peringkat kelima dunia dengan jumlah penderita diabetes terbanyak.

Data International Diabetes Federation (IDF) dalam rilis atlas diabetes edisi ke-11 tahun 2024 mencatat 20,4 juta warga Indonesia hidup dengan diabetes. Indonesia duduk di posisi kelima di bawah Pakistan, Amerika Serikat, India, dan China.

Ia mengatakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah merekomendasikan batas konsumsi gula harian maksimal empat sendok makan atau setara 50 gram per orang per hari.

Rekomendasi ini ditetapkan untuk menjaga stabilitas glukosa darah dan mencegah beban metabolik berlebih. Kendati demikian satu porsi artisan milk tea di pasaran diperkirakan menyumbang 70 hingga 100 persen dari total batas gula harian tersebut.

Selain tingginya kadar gula, asupan kafein dari basis teh pekat yang diminum berlebihan juga patut diwaspadai. Konsumsi kafein berlebih berisiko memicu gangguan kecemasan, palpitasi jantung, gangguan tidur, hingga masalah pencernaan, khususnya bagi kelompok rentan seperti individu yang sensitif terhadap kafein, anak-anak dan ibu hamil.

“Popularitas artisan milk tea sering kali membuat masyarakat terbuai oleh cita rasa, aroma khas, dan estetika visualnya. Istilah 'artisan’ kerap disalahartikan sebagai produk yang pasti alami atau jelas sehatnya. Oleh karena itu edukasi mengenai batas aman asupan gula dan kafein sangat krusial agar masyarakat tidak terjebak dalam gaya hidup yang merusak metabolisme tubuh,” ucap Dr. Widyatuti.

Sebagai langkah preventif di tingkat keluarga, ia membagikan sejumlah panduan edukatif untuk menikmati minuman kekinian secara bijak. Masyarakat, lanjutnya, diimbau untuk selalu memilih tingkat kemanisan (sugar level) terendah seperti less sugar 30 persen atau no sugar.

Penggunaan krimer bubuk olahan maupun krimer kental manis sebaiknya diganti dengan susu rendah lemak (low-fat) atau susu nabati (plant-based).

Pilihan topping berkalori tinggi seperti boba, cheese foam, dan puding juga sebaiknya dibatasi. Yang terpenting artisan milk tea hendaknya diposisikan hanya sebagai sajian sesekali, sementara pemenuhan cairan harian tetap bersumber utama dari air putih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.