Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hubungan BI Rate dan Pariwisata Bali?

📅 Jumat, 04 Sep 2026, 11:47 WIB | Oleh:
Hubungan BI Rate dan Pariwisata Bali? Doc: ist
Ket. destinasi wisata

DENPASAR – Adakah hubungannya antara suku bunga acuan BI dan sektor pariwisata, utamanya di Bali? Ada. Berikut penjelasannya.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali memproyeksi suku bunga acuan (BI rate) yang tetap berada di level 5,75 persen pada Agustus 2026 berpeluang mendongkrak penyaluran kredit khususnya sektor pariwisata di Pulau Dewata, kata Kepala Perwakilan BI Bali Achris Sarwan.

“Sehingga ini menopang kegiatan usaha dan pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya di Denpasar, Bali, Jumat.

Menurut dia, keputusan mempertahankan tingkat suku bunga acuan itu sejalan dengan upaya bank sentral menjaga stabilitas dan mendorong geliat ekonomi tanah air.

Adapun kenaikan suku bunga acuan terakhir dilakukan pada Juni 2026 sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.

BI memutuskan mempertahankan suku bunga acuan pada Agustus 2026 guna memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah.

Selain itu, menjaga pencapaian sasaran inflasi sebesar 2,5 plus minus 1 persen pada 2026 dan 2027, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Tak hanya dari suku bunga acuan, lanjut dia, kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) juga berpeluang mendorong pembiayaan kepada sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali.

Sebelumnya, untuk mendorong kredit perbankan ke UMKM dan sektor prioritas, BI menaikkan besaran insentif KLM menjadi 6 persen yang berlaku efektif pada September 2026.

Hingga minggu pertama Agustus 2026, total insentif KLM yang diperoleh bank tercatat sebesar Rp446,5 triliun.

Sementara itu, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali, ada tiga sektor lapangan usaha yang paling besar menyerap kredit dari perbankan yaitu perdagangan, akomodasi dan makan minum (pariwisata) serta pertanian yang mayoritas kredit produktif.

Sedangkan, jenis penggunaan kredit itu yang paling besar untuk investasi yaitu mencapai Rp44,15 triliun atau 35,85 persen, kemudian kredit konsumsi mencapai Rp40,51 triliun atau 32,89 persen.

Selain itu, kredit modal kerja mencapai 38,49 triliun atau sekitar 31,25 persen dari kredit yang dikucurkan perbankan. Adapun pertumbuhan ekonomi di Bali mencapai 5,78 persen pada triwulan kedua 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Advertisement
Pertama di Indonesia, PON Dilaksanakan di Pinggir Pantai

Pertama di Indonesia, PON Dilaksanakan di Pinggir Pantai

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.